Tampilkan postingan dengan label Tanaman Hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Hias. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Desember 2014

TERRARIUM, TAMAN KECIL DI WADAH KACA

ANDA ingin punya taman yang indah, namun tidak punya lahan yang cukup bahkan tidak ada lahan sama sekali? Jangan risau, Anda dapat mewujudkannya di dalam ruangan rumah, bahkan
lengkap dengan landscape layaknya taman di ruang terbuka juga bisa.
Caranya, cukup dengan menyediakan sebuah wadah kaca, lalu Anda pun bisa bertanam di situ. Metode ini disebut dengan terrarium.
Terrarium adalah wadah transparan yang di dalamnya ditumbuhkan tanaman kecil  menggunakan media tertentu, dapat pula dihias dengan bebatuan serta aksesoris lain sehingga membentuk miniatur taman yang menarik.
Pertama kali terarium diperkenalkan di Inggris. Diawali dengan rumah kaca mini di Kerajaan Inggris dan kaum bangsawan, kemudian terarium menjadi terkenal di seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Wadah terrarium memang harus transparan, sehingga dipilihlah kaca. Tujuannya agar tanaman dapat menyerap cahaya yang diperlukan untuk proses fotosintesis, dan entunya juga agar mudah dilihat dari luar.
Kalau anggaran tidak cukup untuk membeli wadah yang mahal, seperti akuarium yang besar, cukup gunakan akuarium kecil, ataupun toples berbentuk bola. Bisa juga memanfaatkan botol besar, toples besar untuk manisan, gelas wine, dll.
Wadah terrarium bisa terbuka atau menggunakan penutup. Kelebihan terrarium terbuka antara lain, jenis tanaman yang digunakan lebih bervariasi, pengaruh pemanasan akibat dinding kaca dapat dikurangi, dan dapat ditempatkan di dekat jendela atau tempat-tempat terang yang terkena cahaya matahari langsung.
Kelemahan terrarium terbuka adalah membutuhkan penyiraman yang lebih sering, hal itu karena pada terrarium ini kehilangan air cukup besar karena tidak ada penutup yang menghalangi penguapan air baik dari tanaman karena respirasi maupun dari media (evaporasi).
Kelebihan terrarium tertutup adalah tidak membutuhkan penyiraman dalam waktu yang lama, hal itu karena kelembaban di dalam wadah relatif konstan disebabkan adanya siklus air yang berputar secara kontinyu. Siklus air ini berputar mulai dari air yang diberikan ke tanaman akan masuk ke media. Penguapan air lewat tanaman (respirasi) dan penguapan air lewat media (evaporasi) akan terhalang oleh tutup dan dinding wadah, sehingga air akan jatuh kembali ke media berupa titik-titik air  melalui dinding wadah.
Adanya siklus air ini menyebabkan kehilangan air sangat sedikit, sehingga kelembaban dalam wadah cukup tinggi. Untuk itu diperlukan kehati-hatian untuk memilih jenis tanaman yang sesuai.
Jenis tanaman yang digunakan untuk terrarium disesuaikan jenis dan ukuran wadah.  Tapi umumnya persyaratan tanaman adalah berkurann mini dan pertumbuhannya lambat, daun relatif kecil, warna menarik, rimbun, tidak cacat dan berpenyakit, corak indah, dan bertekstur.
Tanaman juga harus memiliki ketahanan terhadap kondisi yang lembab atau yang sangat kering, tahan terhadap kondisi kekurangan matahari. Karena itu tanaman yang berbunga kurang cocok karena memerlukan banyak cahaya.
Beberapa jenis tanaman yang dapat digunakan, anthurium crystallinum (kuping gajah), cryptanthus bivittatus, sanseviera, scindapsus aureus (sirih-sirihan), hedera helix (ivy), pakis, kaktus, syngonium, fittonia (mutiara), philodendron, serta peperomia.
Pembuatan terrarium terbuka lebih mudah dibandingkan yang tertutup, karena pada terrarium terbuka tangan dapat menjangkau media dan tanaman. Namun untuk membuat terrarium tertutup dengan mulut yang kecil diperlukan alat-alat kecil bertangkai panjang untuk menjangkau bagian dalam yag sulit dilakukan dengan tangan.
Alat yang diperlukan antara lain sendok bertangkai panjang, corong untuk memasukkan media, sumpit untuk memasukkan tanaman, sprayer, gunting, lap atau tissue, ember.
Lalu bahan yang diperlukan antara lain wadah, tanaman yang telah dibersihkan akarnya dari tanah, media terdiri dari arang, kompos steril, zeolit ukuran 3, 2 dan 1, serta aksesoris berupa batu dan kerikil.
Secara ringkas, tahapan membuat terrarium diawali dengan menutup permukaan dasar wadah dengan arang yang berbentuk kecil-kecil tapi tidak hancur. Lapisan kedua ditambahkan zeolit ukuran 4 hingga tertutup rata, lalu tambahkan bahan organik seperti cocopeat.
Tanam akar tanaman di dalam bahan organik. Atur bentuk dan susunannya agar terlihat indah. Tutupi perlahan dengan zeolit ukuran 2, agar tidak berantakan dapat menggunakan corong. Lalu lapisan teratas ditutupi dengan zeolit ukuran 1.
Langkah berikut menghias permukan atas dengan aksesoris seperti pasir pantai atau bebatuan. Setelah selesai, semprot terrarium dengan sprayer perlahan hingga air meresap hingga lapisan terbawah. Terakhir membersihkan permukaan kaca dengan kain.
Cukup mudah bukan? Anda dapat mendisain sendiri sesuai keinginan, bisa mengekspresikan akan kegemaran terhadap tanaman tertentu, atau bentuk landscape tertentu pula. #

Selasa, 11 November 2014

AIR KELAPA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN ANGGREK

Air kelapa ternyata memiliki manfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Air kelapa yang sering dibuang oleh para pedagang di pasar tidak ada salahnya untuk kita manfaatkan sebagai penyubur tanaman. Selama ini air kelapa banyak digunakan di lab sebagai nutrisi tambahan di dalam media kultur jaringan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa air kelapa kaya akan potasium (kalium) hingga 17 %. Selain kaya mineral, air kelapa juga mengandung gula antara 1,7 sampai 2,6 % dan protein 0,07 hingga 0,55 %. Mineral lainnya antara lain natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P) dan sulfur (S).
Disamping kaya mineral, air kelapa juga mengandung berbagai macam vitamin seperti asam sitrat, asam nikotinat, asam pantotenal, asam folat, niacin, riboflavin, dan thiamin. Terdapat pula 2 hormon alami yaitu auksin dan sitokinin sebagai pendukung pembelahan sel embrio kelapa.
Penelitian di National Institute of Molecular Biology and Biotechnology (BIOTECH) di UP Los Baños, Filipina mengungkapkan bahwa dari air kelapa dapat diekstrak hormon yang kemudian dibuat suatu produk suplemen disebut cocogro.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk hormon dari air kelapa ini mampu meningkatkan hasil kedelai hingga 64%, kacang tanah hingga 15% dan sayuran hingga 20-30%. Dengan kandungan unsur kalium yang cukup tinggi, air kelapa dapat merangsang pembungaan pada anggrek seperti dendrobium dan phalaenopsis.
Mulai sekarang, cobalah untuk menyisihkan sedikit air kelapa yang kita minum untuk kita persembahkan kepada sahabat kita, anggrek tercinta. #

Kamis, 06 November 2014

CERMAT MEMILIH TANAMAN HIAS INDOOR


SENANG rasanya melihat ruangan rumah atau tempat kerja kita tertata, apalagi ditingkahi indahnya tanaman hias. Tanaman hias di ruangan (indoor) memang memberi nilai tersendiri, sehingga banyak orang menempatkan tanaman hias dalam ruangan.

Tapi, harus cermat memilih dan merawat tanaman hias dalam ruangan. Kita harus mengetahui jenis dan sifat-sifatnya, jika ingin melihat penampilan maksimal tanaman tersebut.
Jenis tanaman hias indoor mesti memiliki  sifat ketahanan hidup dalam ruangan, tahan pada temperatur ruangan, dan tahan pada kelembaban yang rendah.  Aliran hawa yang relatif sedikit juga harus diperhatikan, serta tanaman yang dipilih juga mesti dapat menyesuaikan diri dengan AC, jika ruangan kita tersebut menggunakan AC.
Hal kedua yang harus diperhatikan adalah media tanam. Media tanam untuk tanaman hias indoor mesti mempunyai karakter porous, yang bisa menahan sedikit air. Media tanam yang pas yaitu sekam bakar, cacahan pakis, cocopeat atau kombinasi sesuai dengan type tanaman hias yang bakal ditanam. Juga butuh ditambah humus daun atau pupuk kandang yang sudah diolah.
Beberapa contoh jenis tanaman hias untuk indoor yang populer adalah Dendrobium dan Phaeleonopsis atau anggrek bulan yang dikenal sebagai tanaman yang rewel dan sulit untuk tumbuh, palem dari keluarga sawit yang dikenal dengan nama latin Palmae, Spathiphyllum atau bunga lili, pakis dengan daunnya yang berbulu dan bertekstur besar, Anthurium yang exotis, sirih gading dengan daya tahannya yang kuat, serta Massangeana cane yang lebih dikenal sebagai bunga andong.

Ada beberapa persyaratan untuk mempermudah menentukan tanaman hias yang bisa digunakan sebagai tanaman hias dalam ruangan. seperti:
1. Didasarkan atas jenis dan fungsi sebagai tanaman hias indoor.
Tanaman hias ada tanaman hias berbunga dan tanaman hias yang tidak berbunga atau biasa disebut tanaman hias daun. Tanaman hias berbunga dinikmati karena keindahan bungannya misalnya angrek, adenium, mawar. Tanaman hias daun dinikmati karena keindahan corak dan warna daunnya, misalnya anthurium, aglaonema, sanseviera. Jenis tanaman hias yang dapat digunakan sebagai tanaman hias indoor banyak dari tanaman hias daun. Namun juga ada tanaman hias bunga bisa sebagai tanaman hias indoor. Tapi jumlahnya tidak sebanyak tanaman hias daun.
Fungsi sebagai tanaman hias indoor bermacam-macam. Tanaman hias tersebut diletakkan dalam ruangan untuk apa. Sebagai pembatas pandangan, sebagai memperindah sudut ruangan. Untuk pemanis atau memperindah ruangan, tanaman hias yang dipakai harus memenuhi kriteria seperti berdaun unik dan berwarna indah. Sedangkan sebagai pembatas ruangan tanaman hias yang digunakan harus cukup besar dan berdaun lebat. Beberapa tanaman hias yang dapat digunakan sebagai tanaman hias indoor adalah : dari jenis tanaman hias berbunga; anthurium bunga, begonia, spathiphylum, anggrek. Dari jenis tanaman hias daun; andiantum, aglaonema, sanseviera, caladium, philodendron, cordyline, dracaena dll.

2. Didasarkan daya tahan tanaman.
Tanaman hias memiliki daya tahan yang berbeda-beda terhadap lingkungan. Seperti intensitas cahaya, kelembaban, sirkulasi udara dan temperatur. Tanaman hias yang tahan akan intensitas cahaya matahari yang rendah dapat digunakan sebagai tanaman hias indoor. Juga tahan terhadap udara kering dengan sedikit sirkulasi dan tahan terhadap temperatur sedang serta perbedaan temperatur siang dan malam yang ekstrem. Namun demikian bukan berarti tanaman tersebut tahan selamanya dalam ruangan. Rotasi tanaman tetap diperlukan. Minimal 2 minggu sekali rotasi dilakukan. Tanaman hias dari dalam ruangan diletakkan kembali diluar. Dengan tujuan untuk memberikan kesegaran dan agar tetap tumbuh dengan baik. Karena fotosintesis tanaman tetap membutuhkan sinar matahari.

3. Didasarkan pada sistem perawatan tanaman.
Perbedaan ketahanan tanaman hias pada lingkungannya, membuat tanaman hias tersebut mempunyai sistem perawatan yang berbeda pula. Rata-rata tanaman hias yang memerlukan intensitas matahari yang tinggi mempunyai sistem perawatan yang paling gampang. Namun demikian jenis tanaman hias indoor, ada juga yang butuh perawatan intensif dan ada yang mudah perawatannya.

Dianjurkan untuk hobiis pemula dalam menentukan tanaman hias indoor untuk mencari yang perawatannya sedikit serta gampang. Gampang perawatan berarti aktivitas perawatan tanaman hias itu gampang serta cepat dikerjakan oleh siapa saja. Yang terhitung tanaman hias indoor gampang dirawat : sanseviera, dracaena, philodendron. Untuk yang perlu perawatan intensif : aglaonema, anthurium, calladium, anggrek. #

Senin, 20 Oktober 2014

PURING TAK HANYA PENGHIAS KUBURAN


BUNGA puring kini tengah trend. Bagaimana tidak, puring atau dalam bahasa latinnya Codiaeum variegatum yang dulu dinggap tidak berharga hingga lebih banyak menjadi penghias kuburan, kini naik kelas.
Harga puring melambung tinggi, bahkan kini sudah berdiri sejajar dengan tanaman hias mahal lain.  Jangan heran jika tanaman yang memiliki nama lain Croton ini menghias rumah-rumah mewah.
Warna daunnya yang beragam, merah, ungu, hijau, kuning, jingga serta campuran warna lain, sangat menarik perhatian. Begitu pula bentuk daun yang panjang, oval atau bergelombang.
Puring yang kini jadi incaran hobiis antara lain berjenis logam, oscar, kura, atau red apple. Kekuatan puring memang terletak pada warna dan bentuk daunnya, semakin unik maka semakin mahal.
Puring merupakan tanaman perdu yang dikelompokkan dalam kelas dicotyledone(berkeping dua), dengan bentuk batang berkayu keras. Dalam satu daun dapat memiliki variasi warna merah, kuning, biru, hitam maupun kombinasi warna tersebut, serta memiliki berbagai corak daun yang sangat menarik. Bentuk daun puring bias oval, bentuk pita, pita berulir dan menjari.
Habitat puring ada di daerah tropis dengan cahaya matahari penuh sepanjang hari. Namun pada dasarnya,
puring mampu beradaptasi dengan mudah di semua lingkungan sehingga banyak ditemukan hampir di semua daerah di Indonesia.
Perbanyakan puring dapat dilakukan baik secara generatif maupun vegetatif. Secara generatif puring mampu berbiak dengan menghasilkan biji. Sedangkan secara vegetatif puring diperbanyak dengan berbagai cara di antaranya cangkok, stek batang, stek pucuk, okulasi dan sambung.
Mungkin anda pernah melihat tanaman puring dengan tampilan daun yang unik. Perlu anda ketahui, bahwa daun yang unik pada puring ini sebenarnya bisa dilakukan secara rekayasa. Cara stek atau menyambung merupakan alternatif cara yang banyak dipilih untuk mendapatkan puring dengan tampilan daun nan cantik.
Jadinya, puring bisa menjadi tanaman hias paling cantik yang bisa direkayasa melalui berbagai cara untuk mendapatkan varian baru.
Ada satu lagi, selain bagus sebagai tanaman hias, puring ternyata juga bermanfaat sebagai solusi berbagai masalah penyakit, di antaranya sakit perut, sukar berkeringat, nafsu makan berkurang dan beberapa masalah kesehatan lain.
Untuk sakit perut, akar puring seukuran satu jari ditambah tiga helai daun dadap (Euphorbia neriifolia L) dihaluskan, tambahkan air secukupnya lalu saring dan diminum. Setelahnya akan sedikit diare karena berkhasiat pencahar, namun rasa mulasnya hilang.
Menanggulangi sakit perut pada anak-anak, gunakan daun puring yang masih muda dan segar yang berwarna kuning, dihaluskan dengan sedikit air sampai seperti bubur. Balurkan ramuan ini pada perut anak.
Puring juga bisa untuk mengobati sifilis. Rebus satu batang puring yang masih utuh dengan lima gelas air sampai tersisa setengahnya. Saring air rebusan tersebut lalu dibagi untuk tiga kali minum. Dapat diminum dengan menggunakan gula. #

Jumat, 10 Oktober 2014

MORNING GLORY PEMBANGKIT SEMANGAT


MORNING Glory merupakan jenis tanaman hias yang umumnya tumbuh merambat, walau ada juga yang tidak merambat. Berbunga dengan aneka warna sesuai jenisnya.
Sesuai namanya yang dalam bahasa Indonesia berarti  kebanggaan/kejayaan, bunga ini memiliki keunikan, yakni mulai mekar dari mulai subuh sampai menjelang siang sekitar pukul 10.00 WIB.
Mengapa demikian, karena "tujuan" dari hidup morning glory adalah reproduksi tanaman. Dengan alasan tersebut, kelopak bunga morning glory terbuka di siang hari, yaitu di waktu serangga penyerbuk mengunjungi bunga-bunga.
Morning glory disukai karena memiliki warna-warna cerah yang unik dan menarik sehingga membuat yang memandang jadi bersemangat di pagi hari. Terkadang warna morning glory akan berubah sesuai suhu, makanya jangan heran kalau pagi hari morning glory berwarna
biru, tapi di siang jadi keunguan.
Menanam bunga morning glory termasuk paling mudah bila dibandingkan dengan jenis-jenis bunga yang lain.
Cara menanam morning glory melalui biji, 3-7 hari biji yang disemai sudah berkecambah. Kecambah bisa didapatkan lebih cepat lagi, jika biji sebelumnya direndam selama 24 jam.
Tanaman ini cepat dalam pertumbuhannya. Sekitar 1,5 bulan tanaman sudah mulai berbunga.
Jenis-jenis morning glory antara lain Kawai Pink (tidak merambat) yang berbunga saat sekitar berumur 1,5 bulan. Kawai Pink yang berwarna pink yang sangat lembut.
Jenis Kikyo tak kalah cantik, merupakan salah satu jenis Japanese Morning Glory yang sangat cantik. Tanaman merambat, sehingga kita memerlukan penyangga untuk merawatnya.
Selain jenis Kikyo ada banyak lagi jenis Japanese Morning Glory yang bisa
dijadikan pilihan untuk mempercantik pekarangan rumah kita. #

Kamis, 09 Oktober 2014

TEBAR PESONA SI PUCUK MERAH


SALAH satu tanaman yang popularitasnya tengah naik adalah pucuk merah. Tanaman hias ini mempunyai ciri khas, daun muda yang berwarna merah atau merah muda. Warna merah ini tampak indah di antara warna hijau dedaunan yang telah cukup tua.
Pucuk merah (Syzygium oleana ) adalah tanaman berbentuk perdu. Tanaman ini masih satu family dengan tanaman cengkeh. Tak heran bila bentuk daun dan tajuknya pun memiliki kemiripan dengan pohon cengkeh.
Daun pucuk merah tumbuh rapat. Mempunyai tekstur daun yang halus dengan panjang berkisar 5 cm dengan permukaan yang mengkilap. Pada saat pucuk daun masih muda, daun berwarna merah atau merah muda. Ini yang menjadi ciri khas tanaman hias ini. Pada saat daun mulai menua, warna daun akan berubah menjadi hijau.
Pucuk merah merupakan tanaman hias yang berusia panjang. Besar tanaman dapat mencapai ketinggian 10 meter. Sebagai tanaman hias, pucuk merah sangat cocok untuk ditanam di halaman yang luas, atau sebagai peneduh dan penanda/pengarah jalan.
Penanaman pucuk merah tidaklah sulit. Banyak bibit yang tersedia di toko tanaman
hias. Untuk menanamnya, diperlukan tanah yang subur dan
berada di daerah yang terkena sinar matahari langsung.
Sebagai media tanam, gunakan campuran tanah dan kompos/pupuk kandang dengan perbandingan yang sama banyak.
Agar daun pucuk merah terlihat indah, perlu pemangkasan yang dilakukan secara teratur. Pemangkasan dilakukan tiap 1 bulan sekali. Hal ini untuk merangsang pertumbuhan pucuk daun baru. Sedangkan untuk menjaga penampilan, juga diperlukan pemotongan terhadap daun/ranting yang sudah tua, tiap 2 minggu sekali.
Pemupukkan cukup dengan menggunakan NPK yang diberikan tiap 2 bulan. Jangan lupa penyiraman, terutama di musim kemarau sehari sekali.
Dengan perawatan yang teratur, pucuk merah akan siap tebar pesona di halaman atau taman rumah anda yang luas. #

Selasa, 30 September 2014

TAMAN CANTIK DENGAN CABE HIAS


CABE sebagai tanaman hias ? Memang bukan sekedar cabe yang biasa digunakan sebagai bahan sambal. Tapi tanaman cabe yang bisa ditanam sebagai tanaman hias di taman rumah.
Jika cabe ditanam sebagai tanaman hias, apakah cukup cantik dan indah? Terdapat beberapa macam tanaman cabe hias. Secara umum, bentuk daun hampir mirip dengan cabe rawit. Namun warna dan bentuk buah berbeda. Warna cabe hias lebih terang dan keindahanya seperti sekuntum bunga.
Ada 2 jenis cabe hias yang pupuler yaitu Sweet Orange Baby dengan warna oranye menyala dengan bentuk mirip cabe rawit. Lalu Hot Razzamatas dari Brazil, dengan buah yang mengelembung berwarna-warni.
Saat ini sudah banyak yang menawarkan benih cabe ini, secara online.
Cabe jenis ini cocok sebagai penghias ruangan apabila ditanam dalam pot . Selain itu, juga sangat cocok ditanam di luar ruangan, di taman rumah. Bentuk buah dan warna yang terang sangat bagus untuk menyemarakkan taman rumah.
Cara menanam tanaman ini juga cukup mudah, sebagai berikut :
1. Media Tanam
Media tanam yang baik untuk tanaman hias ini adalah tanah yang gembur, porous, kaya zat hara. Untuk itu media tanam dibuat dari campuran sekam bakar, pasir, pakis kering, pupuk kandang dan tanah serta sedikit pasir. Semua bahan tersebut dicampur hingga rata, kemudian masukkan ke dalam pot.
2. Pot
Pot untuk menanam cabe harus mempunyai drainase yang baik. Tanaman cabe akan mati jika tanah terlalu becek. Oleh sebab itu bagian bawah pot harus mempunyai lubang pembuangan air yang cukup, agar air dapat cepat terbuang dan tidak membuat media tanam becek.
3. Penyemaian bibit
Seperti tanaman cabe pada umumnya, cabe hias juga diperbanyak menggunakan biji. Untuik bibit, pilih biji dari buah yang tua dan dikeringkan. Jika akan ditanam, rendam biji kering tersebut baru kemudian ditebar. Sirami bibit tersebut dengan menggunakan semprotan. Sekitar 5 hari, biji akan mulai berkecambah.
4. Penanaman
Jika bibit telah cukup kuat, kurang lebih tinggi bibit telah mencapai 10 cm, pindahkan ke dalam pot. Pemindahan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar dan batang. Siram dengan perlahan.
Letakkan tanaman di luar ruangan, namun jangan terkena cahaya matahari langsung. Dengan perawatan yang baik, tanaman cabe hias ini akan berbuah setelah kurang lebih 3 bulan.
Cara menanam cabe hias bukanlah hal yang sulit. Hasilnya selain untuk hiasan, bisa juga untuk dimasak. #

Senin, 29 September 2014

KENALKAN, SI CANTIK ANTING PUTRI


NAMANYA mengingatkan pada aksesori perempuan, anting-anting. Bunganya yang mungil dan menggantung cantik, terlebih jika dibentuk menjadi bonsai, di mana bunga putihnya akan terlihat lebih dominan dan menarik perhatian. Juga wangi.
Pada pameran bonsai di Plaza Medan Fair, beberapa waktu lalu, wangi kembang itu mampu memikat pengunjung untuk singgah. Bahkan tak sedikit dari pengunjung datang khusus mencari asal wangi itu.
Sang penjaga tanaman hias ketika itu, Iskandar, mengatakan ketika sedang berbunga kembang tersebut mengeluarkan wangi yang sedap.  Sehingga pada pameran tersebut anting putri itu menjadi primadona pengunjung. Dan harganya, mencapai puluhan juta rupiah.
Iskandar mengatakan,  ada beberapa hal yang mempengaruhi mahalnya bonsai. Yang pertama, tanaman berasal dari pohon yang langka dalam arti sulit ditemui. Selain itu, usia tanaman yang tua serta membutuhkan biaya perawatan yang tak kecil.
Lalu, mengapa tanaman cantik bernama latin Wrightia religiosa ini digemari dalam bentuk bonsai dan sangat populer? Yuk, kita lebih jauh berkenalan dengan si cantik anting putri ini.

Tanaman Yang Bandel
Ya, tanaman ini memang bandel. Tanaman ini bisa tumbuh di mana saja dengan mudah. Tancapkan saja batangnya di sembarang tempat, pasti langsung tumbuh. Bahkan di dalam air sekalipun.
Tanaman ini sangat cocok dengan cuaca panas yang cukup. Apabila ditanam di tempat yang berudara dingin atau dataran tinggi, tanaman ini tidak akan tumbuh sebaik di daerah panas.
Uniknya lagi, daun dan bunganya akan terlihat makin indah apabila tanaman ini dijadikan tanaman bonsai, karena kita dapat secara langsung menikmati keindahannya dan fokus mata akan tertuju pada bunga, daun, dan tajuknya.
Sayangnya, apabila tanaman ini ditanam di atas tanah atau di luar rumah dengan tinggi yang maksimal, tanaman ini akan terlihat ‘biasa' saja dan tak tampak terlalu istimewa sebagai tanaman hias, layaknya tanaman peneduh pada umumnya saja.
Namun, akhir-akhir ini mulai kembali banyak permintaan akan tanaman bonsai anting putri. Oleh karena peminatnya cukup banyak, anting putri jadi primadona baru dari jenis tanaman bonsai. Bagi pecinta tanaman hias pemula, memang belum banyak yang mengenal tanaman ini. Sebaliknya, bagi para kolektor dan pehobi jenis tanaman bonsai mereka pasti berlomba untuk memilikinya.

Lebih Rewel
Kendati tanaman hias ini mampu tumbuh di mana saja, dalam memeliharanya yang khusus dibonsai tetap memerlukan ketelatenan khusus, tidak seperti halnya tanaman hias biasa. Anda harus lebih memperhatikan pertumbuhan terutama batang dan daunnya.
Bentuknya yang mini juga membutuhkan ketelitian khusus dalam perawatan. Pemangkasan pun tidak boleh dilakukan secara sembrono, salah-salah bentuk tajuknya tidak akan sesuai dengan yang Anda harapkan.
Sebaliknya, apabila ditanam di atas tanah sebagai tanaman hias ataupun pelengkap taman, perawatannya memang tidak akan serewel bonsainya. Akan tetapi, agar anting putri tumbuh baik, tetap harus diperhatikan mulai dari pemilihan jenis tanaman, media tanam, cara penanaman, dan pemeliharaannya.
Untuk memilih anting putri yang baik, Anda dapat memilih yang batangnya kuat dan bentuknya unik. Anting putri memang dikenal mempunyai batang kuat, sehingga apabila dililitkan kawat pun tumbuhnya akan tetap baik. Makanya tak heran bila tanaman ini sangat cocok dijadikan tanaman bonsai.
Media tanamnya dapat dipilih campuran pasir, tanah, dan humus. Pada saat awal ditanam, sebaiknya memang harus ada kawat pengikat yang kuat di antara batang dan pot agar tumbuh tegak, karena akar yang ditanam di media tanam yang baru cenderung masih kurang kuat menahan tanaman.
Setelah itu, diamkan tanaman selama dua minggu dan siram yang cukup (1 kali sehari, pagi atau sore saja) di bawah naungan atau paranet. Setelah dua minggu, baru boleh terkena cahaya matahari secukupnya. Jika sudah keluar tunas daun baru, tanaman anting putri terutama yang bonsai siap didesain.

Desain Unik
Untuk mendesain bonsai anting putri memang diperlukan keahlian, ketelatenan, dan keterampilan khusus, agar bentuk batangnya terlihat lebih indah, berkarakter, dan memberi nilai lebih kepada tanaman itu sendiri.
Selanjutnya, pemeliharaan juga penting dilakukan. Bentuk yang indah saja rasanya tak cukup bila tak dirawat, bukan? Apabila Anda tidak mengetahui secara khusus cara merawatnya, boleh saja, kok, bertanya kepada ahlinya di berbagai nursery atau membeli buku khusus cara menanam dan memelihara tanaman bonsai.
Pemangkasan dilakukan khususnya untuk daun-daun yang mulai menguning. Caranya, cukup diguntingi atau dicabuti saja. Namun, hati-hati pada saat mencabutnya, jangan sampai daun mudanya ikut rontok.
Sebaiknya pegang batangnya yang kuat lalu perlahan cabuti daun tuanya. Dapat pula dilakukan pemotongan ranting pada saat bersamaan.
Penyiraman dilakukan 1 kali sehari, dan sebaiknya air jangan sampai mengendap di tanah agar akarnya tak mudah membusuk.
Cahaya penuh sangat baik untuk tanaman bonsai. Pemupukan cukup dilakukan sebulan sekali dengan pemberian NPK. Dan yang tidak kalah penting adalah repotting atau mengganti media tanam yang dapat dilakukan 3 tahun sekali saja, pada tanaman bonsai.
Nah, selamat menghiasi rumah Anda dengan bonsai anting putri. Dengan space yang kecil saja sudut-sudut rumah ataupun di atas meja, Anda sudah dapat memiliki tanaman indah yang akan turut mempercantik, menyejukkan, dan menyegarkan rumah. #

Rabu, 10 September 2014

KEMBANG SEPATU, TANAMAN HIAS KAYA MANFAAT


KEMBANG sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) adalah bunga klasik, dalam artian telah lama dikenal sebagai tanaman hias. Banyak orang yang menanamnya di taman rumah. Warna merah menyala dan bentuknya yang besar membuatnya sangat menarik sebagai penghias taman rumah. Di Jawa, kembang sepatu disebut kembang Worawari.
Kembang sepatu, atau bunga sepatu memiliki semua organ biologis bunga. Karenanya, kembang sepatu sering masuk dalam pelajaran biologi sebagai contoh bunga sempurna.
Kembang sepatu merupakan tanaman perdu berkayu yang berasal dari Asia Timur. Dapat tumbuh baik di daerah tropis dan sub tropis. Bentuk bunganya besar, merah dan tidak berbau. Dari berbagai kultivar maupun hibrida, kembang sepatu bisa berupa bunga tunggal atau ganda. Warna juga kemudian terdiri dari berbagai macam seperti kuning, merah tua atau merah jambu.
Meskipun merupakan bunga sempurna, kembang sepatu tidak menghasilkan buah sehingga tidak bisa dikembangkan dengan menggunakan biji. Perkembang biakan dilakukan dengan cara stek, cangkok atau penempelan.

Manfaat Kembang Sepatu
Selain sebagi tanaman hias, kembang sepatu juga mempunyai banyak manfaat. Di India, kembang sepatu digunakan sebagai semir sepatu. Di Tiongkok digunakan sebagai pewarna makanan. Di Indonesia, digunakan sebagai obat herbal.
Salah satu manfaat kembang sepatu adalah sebagai shampo untuk rambut bercabang, kusam dan bercabang. Cara menggunakannya adalah dengan menghancurkan kembang sepatu, kemudian tambahkan minyak kelapa. Panaskan dengan api kecil sampai berasap. Dinginkan. Sttelah dingin, anda dapat menggunakan ramuan tersebut sebagai kondisioner. Setelah itu, cuci kembali rambut anda dengan shampo sampai bersih.
Kembang sepatu juga dapat digunbakan sebagai obat herbal sariawan. Caranya cukup mudah. Seduh kembang sepatu dengan segelas air mendidih, biarkan 15 menit, saring. Minum air saringan tersebut 3 kali sehari.
Dengan berbagai manfaat tersebut, mengapa tidak menanam kembang sepetu di taman rumah anda? Selain cantik, banyak manfaat yang bisa didapat. #
(Sumber : Rumah Taman)

Senin, 08 September 2014

PESONA ANGGREK CATTLEYA



CATTLEYA adalah salah satu genus dari 42 spesies anggrek dari Kosta Rika sampai bagian Tropis Amerika Selatan dan merupakan salah satu marga anggrek epifit. Diberi nama Cattleya oleh John Lindley pada tahun 1824 setelah Sir William Cattley yang berhasil membudidayakan spesimen Cattleya Labiata yang digunakan sebagai kemasan materi dalam pengiriman anggrek lainnya.
Anggrek jenis ini hidup menempel pada pohon-pohon kayu besar di dalam hutan yang rindang, sehingga mereka terlindung dari paparan sinar matahari langsung dan memperoleh kelembaban yang sangat mereka butuhkan.
Cattleya tidak menyukai sinar Matahari langsung sepanjang hari. Tapi mereka senang mendapat sinar langsung di pagi hari selama 4-5 jam sehari, atau sinar terang sehari penuh. Bila daunnya berwarna hijau gelap, itu pertanda Cattleya kekurangan sinar Matahari. Sebaliknya, bila kelebihan sinar, warna daunnya akan menjadi hijau kekuningan.
Sinar Matahari yang cukup akan membuat Cattleya rajin berbunga. Selain merangsang pembentukan bunga, sinar Matahari juga membuat tanaman lebih kuat, tahan serangan penyakit dan mampu mengumpulkan cadangan makanan. Cadangan makanan ini akan tersimpan di dalam bulb. Bulb yang padat berisi akan rajin menghasilkan tunas dan bunga. Cattleya akan rajin berbunga pada lingkungan bertemperatur antara 15-35oCelcius.
Air juga merupakan kebutuhan pokok bagi Cattleya. Cattleya memerlukan penyiraman secara teratur, namun ia juga memerlukan waktu kering beberapa saat, sebelum disiram lagi. Saat disiram, akar akan menyerap air sebanyak-banyaknya untuk disimpan dalam akar maupun bulb.

ANGGREK DENDROBIUM : MUDAH DIPERLIHARA, RAJIN BERBUNGA

SEJATINYA, anggrek adalah primadona para penggemar tanaman hias. Pasalnya, selain bentuk dan warnanya yang indah, harga anggrek selalu stabil, tak peduli jenis tanaman apa yang sedang tren.
Ada beberapa jenis anggrek yang dikenal, antara lain cattleya, dendrobium, grammatophylum, oncidium, phalaenopsis (anggrek bulan), spathyphyllum (anggrek tanah), dan vanda (anggrek potong). Dari beberapa jenis tersebut, dendrobium merupakan jenis yang paling populer, karena pemeliharaannya mudah dan rajin berbunga. Bahkan, bunga dendrobium dapat bertahan kurang lebih dua minggu.
Dendrobium adalah jenis anggrek asli Indonesia yang mempunyai banyak warna, bentuk, serta aroma yang khas. Anggrek ini merupakan salah satu genus anggrek terbesar yang terdapat di dunia yang hidup di dataran rendah.
Diperkirakan anggrek jenis ini memiliki sekitar 1.600 spesies. Jumlahnya bisa makin banyak, karena dendrobium mudah dikawin-silang.
Ada dua jenis dendrobium, yakni species dan hybrid (hasil silangan). Jenis species biasanya dibeli oleh para kolektor dan harganya juga lebih mahal.
Bentuk bunga Anggrek Dendrobium memiliki sepal yang bentuknya hampir menyerupai segitiga, dasarnya bersatu dengan kaki kolom untuk membentuk taji. Petal biasanya lebih tipis dari sepal dan bibirnya berbelah.

Memelihara Dendrobium
Menanam dendrobium tidak sulit, cukup sediakan media tanam dan bibit yang baik. Media tanam yang baik adalah yang tidak cepat lapuk, memudahkan akar menempel, berongga (porous) untuk sirkulasi udara, dapat menyimpan zat hara, serta tidak mudah menjadi sumber penyakit.
Media tanam bisa berupa arang kayu dan pecahan genteng atau bata, tetapi untuk komersial, media yang digunakan biasanya hanya arang.
Seperti jenis anggrek lain, dendrobium dapat tumbuh sehat pada suhu 15-28 derajat celcius, dengan Kelembapan 60%-85%. Untuk mendapatkan kelembapan yang pas, penyiraman bisa dilakukan sekali atau kali sehari, tergantung cuaca.
Penempatan dendrobium pun tidak boleh sembarangan. Tempat yang baik, tidak terlalu teduh atau terlalu banyak terkena sinar matahari langsung (60% terkena sinar matahari). Jika memungkinkan, pasang paranet di atas lokasi tanam, tetapi untuk skala rumah tangga, anggrek bisa ditaruh di bawah pohon.
Selain media tanam yang baik, dendrobium juga menginginkan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan dan pembungaan. Tanpa nutrisi yang cocok, dendrobium tidak akan bisa tumbuh dan berbunga dengan baik.
Untuk dendrobium yang masih kecil, pupuk yang baik adalah yang banyak mengandung unsur N, yang bisa mempercepat pertumbuhan. Sementara untuk pembungaan, pupuk yang cocok adalah yang mengandung banyak unsur P. Pemupukan bisa dilakukan dua kali seminggu.
Dendrobium juga memiliki musuh, yakni kutu, ulat, dan jamur. Untuk itu, semprotkan insektisida atau fungsisida secara berkala, satu atau dua kali sebulan.#
(Sumber : www.rumah.com)

Minggu, 07 September 2014

Sentra Tanaman Hias Glugur : JUMLAH KONSUMEN BERLIPAT DI AKHIR PEKAN (2)

BERDIRI sejak tahun 1980-an, sentra tanaman hias di Jalan Adam Malik, Glugur By Pass, Kota Medan sudah terkenal di kalangan warga Medan. Selain karena lokasinya memang strategis, koleksi tanaman hias di tempat ini juga terbilang lengkap.
Salah seorang pedagang, Iqbal bilang, animo masyarakat Medan terhadap tanaman hias masih tinggi. Apalagi pengembangan properti di Medan cukup pesat. “Dengan banyaknya komplek perumahan baru, pembeli tanaman pun bertambah untuk menghias halaman rumah mereka,” katanya.
Kebanyakan pembeli mengunjungi sentra ini pada akhir pekan. Namun, bukan berarti pada hari biasa, sentra ini sepi pembeli. Menurut Iqbal, setiap hari selalu ada pembeli. Namun, jumlahnya jauh lebih banyak pada akhir pekan, apalagi pada awal bulan.
Iqbal mengaku, pelanggannya pun bukan warga Kota Medan saja. Banyak juga warga dari daerah-daerah di Sumatera Utara dan Banda Aceh berburu tanaman di tempat ini.
Menurut Iqbal, pelanggan dari luar kota Medan inilah yang mendominasi pada akhir pekan. “Kalau hari biasa bisa dapat omzet Rp 1 juta, tapi Sabtu dan Minggu omzet bisa lebih dari Rp 2 juta,” ujarnya.
Iqbal mulai berjualan pada pukul 08.00 WIB. Biasanya, ia mengawali hari dengan membersihkan lokasi berjualan yang tidak lain adalah halaman rumahnya. Lalu pekerjaan dilanjutkan dengan memangkas pohon-pohon yang sudah kelihatan tidak rapih.
Setelah itu, ia menyirami setiap koleksi tanamannya. Kadang, jika dibutuhkan, ia memberikan pupuk kandang atau pupuk NPK agar tanaman tumbuh dengan baik dan bisa menarik perhatian pembeli.
Pada pukul 10.00 WIB, para pengunjung mulai berdatangan ke kiosnya. Namun, menurut Iqbal, pengunjung mulai ramai setelah jam makan siang dan sebelum tutup pukul 18.00 WIB. “Kalau akhir pekan, kios selalu ramai dari pagi sampai sore,” ucap dia.
Hal yang sama diungkapkan Hermanto (23), pedagang tanaman hias lainnya. Omzetnya bisa bertambah dua kali lipat pada akhir pekan. Selain akhir pekan, pengunjung juga ramai saat tahun baru dan Imlek. Pasalnya, banyak warga menyambut dua momen tersebut dengan mempercantik halaman rumahnya.
Selain warga Medan, Hermanto punya pelanggan dari Kisaran, Pematang Siantar, bahkan Pekanbaru. Menurut Hermanto, kebanyakan pelanggan luar kota membeli bibit tanaman buah. Sementara, warga Medan seringnya membeli tanaman hias dan tanaman buah yang sudah produktif.
Liliana (46), pedagang tanaman lainnya, mengatakan, pemilik kios harus tahu seluk-beluk tanaman karena pembeli pasti bertanya. Ia pun sering memberikan informasi perawatan pada pembeli.
Menurut dia, kebanyakan pembeli tertarik tanaman hias karena keindahannya tapi tidak semua bisa merawat. #
(Sumber : Kontan)

Sentra Tanaman Hias Glugur : KOLEKSINYA TERLENGKAP DI MEDAN (1)


TANAMAN hias kerap dicari, lantaran keberadaannya bisa memberikan kesejukan dan keindahan. Tak heran, hampir di setiap daerah, bisa kita jumpai pusat penjualan tanaman. Tengok saja, di Jalan Adam Malik, kawasan Glugur By Pass, Kota Medan. Lokasi ini sudah cukup lama menjadi tempat berburu tanaman bagi warga sekitar Medan. Maklum, sentra ini punya koleksi paling lengkap.
Di sana, ada belasan pedagang yang menjual aneka tanaman hias hingga tanaman obat. Dagangan tersebut dipajang rapi di depan rumah-rumah mereka.
Tak sulit menjangkau lokasi ini. Letaknya di seberang kampus Politeknik LP31 Glugur By Pass, atau berada dekat bundaran Tugu Adipura. Karena merupakan jalan alternatif menuju pelabuhan Belawan, jalan ini selalu ramai dilewati kendaraan.
Ketika menyambangi sentra ini pada akhir Juli lalu, terlihat kesibukan di beberapa kios. Beberapa pedagang sibuk memberikan penjelasan terkait keunggulan tanaman yang mereka pajang kepada pengunjung.
Salah seorang pedagang, Iqbal (20) bilang, Glugur mulai dikenal sebagai sentra tanaman hias sejak 1990-an. Namun, sejatinya, sudah ada beberapa orang yang merintis bisnis tanaman hias di kawasan itu sejak 1980-an. “Kios ini punya ayah saya, yang sudah berdagang mulai 1980-an,” tuturnya.
Kata Iqbal, dulu beberapa orang pelopor pedagang tanaman hias di kawasan itu masih memiliki ikatan saudara. Barulah pada 1990-an, pedagang-pedagang baru bermunculan.
Di kiosnya, Iqbal menjual tanaman hias, seperti beringin kuning, pucuk merah, rumput gajah mini, lidah buaya, serta tanaman buah, seperti mangga, jambu, dan alpukat. Beragam tanaman itu dibanderol Rp 1.000 - Rp 500.000 per pohon.
Selain itu, ia menawarkan jasa pembuatan taman atau kolam minimalis dengan tarif Rp 15 juta per taman. Dalam sebulan, ia menerima lima pesanan pembuatan taman atau kolam. Alhasil, omzetnya mencapai Rp 50 juta sebulan. “Sebagian omzet dari jual tanaman, sisanya dari jasa bikin taman atau kolam,” imbuh Iqbal.
Pedagang lainnya, Hermanto (23) pun menjual jenis tanaman yang hampir sama dengan Iqbal. Menurutnya, ia tertarik berbisnis tanaman hias, lantaran saudara-saudaranya juga terjun di bisnis yang sama. Berbagai jenis tanaman hias dan tanaman buah dijual mulai Rp 5.000 - Rp 5 juta per pohon. “Untuk tanaman buah, ada yang berbentuk bibit. Tapi, kebanyakan orang beli pohon yang sudah produktif,” ujarnya.
Hermanto mengaku, bisa mendapat rata-rata lima hingga sepuluh pelanggan dalam sehari. Dari bisnis ini, ia bisa meraup omzet Rp 500.000 - Rp 700.000 per hari. Katanya, laba bersih dari bisnis ini sekitar 20% - 40%.
Adapun, Liliana yang mulai berjualan tanaman di sentra ini sejak 1995 mengaku, bisa mengantongi omzet sekitar Rp 20 juta per bulan. # (Bersambung)
(Sumber : Kontan)

PROSPEK USAHA TANAMAN HIAS DI SIANTAR MENJANJIKAN

KALANGAN pelaku usaha tanaman hias di Kota Pematang Siantar menyatakan optimistis beragam jenis tanaman yang mereka budidayakan memiliki prospek pasar yang menjanjikan.
"Prospek pasar tanaman hias di kota ini menjanjikan, seiring dengan kian bertambahnya minat warga terhadap aneka jenis tanaman hias,” Ketua Asosiasi Tanaman Hias Siantar, Farida Habib Sinaga di Pematang Siantar, baru-baru ini.
Menurut pemilik pusat tempat pembenihan tanaman hias Hayati Nursery di Jalan Kasuari Pematang Siantar itu, jenis tanaman hias yang banyak diminati adalah jenis bunga Pucuk Merah.
Tanaman hias yang akrab disebut bunga “proyek” ini dinilai relatif tahan terhadap cuaca, mudah perawatan dan murah harganya.
Sementara, bunga kategori koleksi dan seni, seperti anggrek dan bonsai dominan diminati kalangan masyarakat menengah atas, karena harganya relatif tinggi.
"Sebagian besar konsumen kita berasal dari kalangan menengah ke bawah, sehingga mereka umumnya mencari bunga dengan harga relatif terjangkau,” katanya.
Namun Farida mengaku bangga dengan minat dan kepedulian kalangan menengah ke bawah dalam melestarikan tanaman hias, meski penghasilan mereka relatif terbatas.
Oleh karena itu, tidak mengherankan sebagian besar rumah warga di kota berhawa sejuk itu banyak terdapat tanaman hias.
“Itu sikap yang terpuji, karena mereka masih bisa menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membeli tanaman hias,” ucap Farida.
Ia menambahkan, usaha tanaman hias di Pematang Siantar selama beberapa tahun terakhir semakin berkembang, seiring dengan bertambahnya jumlah pedagang yang memasarkan berbagai jenis dan aneka tanaman tersebut.
“Bahkan sejumlah pedagang dari Pulau Jawa juga membuka usaha tanaman hias dan bunga di kota ini,” katanya.
Diakuinya, omset penjualan tanaman hias di tingkat pedagang selama ini umumnya relatif stabil dan pada hari-hari tertentu cenderung meningkat. #
(Sumber : antarasumut.com)

WOW, BISNIS TANAMAN HIAS DAPAT RAUP RATUSAN JUTA RUPIAH


MARAKNYA kegiatan bercocok tanam yang dilakukan di rumah ini mengundang ide pemberian suvenir tanaman. Tak heran, di beberapa perhelatan, baik event yang diselenggarakan perusahaan atau sebuah pesta keluarga, memakai tanaman sebagai suvenir. Jenis tanaman yang dibagikan pun sangat beragam, mulai dari tanaman hias, sayur hingga bibit-bibit tanaman buah atau tanaman pelindung.
Minat yang semakin besar untuk memilih tanaman sebagai suvenir, menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Maklum, seiring dengan kondisi perekonomian yang bertumbuh, kian banyak acara yang digelar, baik yang bersifat korporasi atau pun perseorangan.
Tengok saja usaha Fathul Maki, pemilik Istana Alam Dewi Tara di Depok, Jawa Barat. Fathul yang sebelumnya terjun dalam usaha tanaman hias, melihat peluang berbisnis suvenir tanaman setelah mendapat pesanan Adenium berukuran mini dalam jumlah besar dari sebuah perusahaan.
"Ternyata, mereka memesan Adenium itu untuk suvenir," kata dia.
Padahal, pria yang merintis usaha tanaman hias sejak 2010 ini, mengemas Adenium mini ke dalam sebuah wadah mika secara tak sengaja. Lantaran terpuruk akibat harga Adenium dan Anthurium merosot drastis, dia mengemas tanaman itu dalam tabung mika supaya terlihat menarik saat dijual. Ukuran pohon pun dibuat kecil, hanya setinggi 15 cm.
Order pertama datang dengan jumlah 7.000 tanaman. Dia menjualnya dengan harga Rp 15.000 per pot. Alhasil, dari order itu, Fathul meraup omzet Rp 105 juta. Dia pun mengaku, order itu bisa mendatangkan laba lebih dari 50%, karena kemasan yang dipakai hanya plastik mika dan tali kur sebagai pita.
Tergiur dengan laba yang besar, Fathul pun fokus menggarap bisnis tanaman untuk suvenir. Dia menambahkan sejumlah tanaman lainnya, seperti sansiviera, pucuk merah, dan Melati. Kini, ada 13 jenis tanaman yang bisa menjadi pilihan suvenir. Harganya pun lebih beragam, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per pot.
Demikian juga dengan kemasan. Jika dulu, dia hanya membungkus tanaman dengan plastik mika, kini Fathul sampai mengimpor pot keramik dari China sebagai kemasan. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp 3.000 Rp 4.000 per pot.
"Di sini jarang yang jual dalam jumlah banyak, sementara saya bisa pesan hingga ribuan tiap bulan," ujar dia seperti dilansir Kontan.
Maklum, pesanan suvenir semakin kian ramai menghampiri Istana Alam. Kini, dalam sebulan, Fathul bisa mendapatkan order pembuatan suvenir tanaman hingga belasan ribu unit. Tak heran, dia bisa mendulang omzet berkisar Rp 300 juta sampai Rp 350 juta per bulan.
Setali tiga uang dengan Fathul, Janet Ulung Mandiri juga mengawali usaha suvenir tanaman setelah bergelut dalam bisnis tanaman hias. Dia pun berpendapat,usaha suvenir tanaman ini cukup potensial, karena tiap bulan, selalu ada orang atau institusi yang menggelar acara.
"Jadi, tinggal bagaimana membuat suvenir tanaman menjadi pilihan bagi mereka yang punya acara," ujar dia.
Pesanan pertama yang diterima Janet, berasal dari seorang temannya yang membutuhkan suvenir untuk pernikahan. "Saya langsung terpikir untuk membuat suvenir dari tanaman yang ada di kebun ayah," kata anak pertama Rizal Djafareer, pemilik Rumah Bunga Rizal di Lembang, Bandung ini.
Dari situlah, lantas Janet membentuk divisi baru dalam bisnis keluarganya, yaitu menggarap suvenir tanaman. Pesanan pertama Janet berjumlah 600 tanaman kaktur. Dengan dibungkus plastik mika, setiap tanaman dibanderol dengan harga Rp 8.000.
Namun berbeda dengan Fathul yang membeli plastik mika dalam bentuk lembaran, Janet sudah membeli mika dalam bentuk tabung dengan diameter 8 cm dan tinggi 14 cm. Dia juga menambah variasi kemasan, yang terbuat dari limbah kayu dan anyaman bambu. Ukurannya sama dengan kemasan dari plastik mika.
Sebelum diisi dengan tanaman, kemasan dilubangi dulu untuk saluran udara. Lalu, kemasan ditambahkan pita agar suvenir bisa dijinjing. Janet mengeluarkan biaya sekitar Rp 4.000 untuk tiap kemasan. Adapun modal untuk tanaman berkisar Rp 3.500 per pot.
Saat ini, Rumah Bunga Rizal menyediakan lebih dari 30 varian tanaman hias untuk suvenir. Jenisnya adalah kaktus, sansiviera dan succulent. Pemesanan harus disesuaikan dengan ketersediaan tanaman. Pasalnya, beberapa tanaman butuh waktu pengembangan cukup lama. Ambil contoh, kaktus tertentu baru bisa dijual setelah budi daya selama dua tahun.
Karena itu, Janet berpesan kepada pembeli untuk order suvenir dari jauh-jauh hari. Biasanya, pemesanan dilakukan dua hingga empat minggu sebelum acara berlangsung. Dari bisnis ini, Janet bisa mengantongi omzet hingga Rp 100 juta saban bulan.

Tanaman harus siap
Apakah Anda tertarik menggeluti usaha ini? Satu modal yang harus dimiliki untuk menjadi pengusaha suvenir tanaman adalah kepedulian pada tanaman itu sendiri. Sebab, bukan hanya mendatangkan profit, pengusaha yang menggeluti bisnis ini juga punya misi untuk memberikan sumbangsih dalam menjaga lingkungan.
Setidaknya, misi inilah yang mendorong Astuti Rusmawarati dan I.G.A. NGR. Novianti Suryakasih terjun di bisnis suvenir tanaman. Kedua perempuan ini merintis usahanya sejak 2009 dengan brand Rumah Teduh.
Astuti bilang, suvenir tanaman mendatangkan banyak manfaat, baik bagi pembeli maupun penerima. Jika produk yang dibagikan berkualitas bagus, otomatis penyelenggara acara akan mendapat kesan baik. Selain menjadi kenangan, tanaman juga bisa dirawat dan menjadi penghias sudut-sudut rumah dan kantor.
Karena fungsinya untuk menghias, sebisa mungkin kemasan suvenir tanaman dibuat menarik. Astuti sengaja memilih tanaman hias mini sebagai suvenir. Ada beberapa kriteria yang ia tetapkan. Dari segi ukuran, tanaman harus berdiameter sekitar 9 cm dengan tinggi 10 cm. Tanaman tidak harus lebar, tapi terlihat rimbun, jelas dia.
Untuk kemasan, Astuti memakai pot tanah liat, pot keramik dan plastik mika. Berbagai kemasan itu kemudian masih mendapat sentuhan hiasan. Misalnya pot plastik, ditempeli ornamen dari pasir halus atau kasar. Plastik mika pun ditambah pita atau tali serat bambu sebagai pegangan.
Di samping kemasan, menurut Astuti, kesediaan tanaman pun harus diperhatikan. Berbeda dengan Fathul dan Janet yang sudah punya kebun sendiri, Astuti memasok tanaman dari para petani. Ia membina petani yang ada di Lembang, Parung, Bogor, dan kawasan puncak di Cisarua untuk memproduksi tanaman sesuai dengan kriterianya.
Lantas, jika ada pesanan, Astuti akan memberi panjar 50% pada para petani untuk menyiapkan tanaman. Selanjutnya, tanaman itu dikirimkan ke workshop di Pamulang yang memiliki luas 45 m2. Tempat itu bisa menampung sekitar 5.000 pot tanaman. Supaya tetap rapi, ia meletakkan tanaman itu dalam keranjang. Selanjutnya, karyawan akan mengemas tanaman sebelum dikirimkan.
Untuk mengurangi risiko, minimal seminggu sebelum pengiriman, tanaman sudah ada di workshop. Rumah Teduh memasarkan suvenir tanaman hias mini dengan kisaran harga Rp 13.000 Rp 20.000 per pot. Selain itu, mereka menjual parsel tanaman. Produk ini mirip parcel biasa, tapi diisi dengan beberapa suvenir tanaman dengan kisaran harga Rp 60.000 Rp 650.000 per pot.
Sama seperti pengusaha suvenir tanaman yang lain, pesanan yang datang ke Rumah Teduh bisa mencapai ribuan. Astuti bilang, bisa mengirim sekitar 6.900 pot dalam sebulan. Dari bisnis ini, dia bisa mengantongi laba hingga 30%.
Jika Anda tertarik menjajal bisnis serupa, Fathul punya beberapa tips. Yang paling penting, menurut Fathul, ketersediaan tanaman. Makanya, lebih baik jika pengusaha suvenir tanaman juga membudidayakan sendiri tanaman. Dengan demikian, ia bisa lebih mudah menyediakan tanaman untuk dijadikan suvenir.
Seluruh tanaman yang dijadikan suvenir di Istana Alam merupakan hasil budi daya sendiri. Meski tidak semua dijadikan suvenir, Fathul memisahkan tanaman suvenir dari tanaman lain. Lantaran, tanaman untuk suvenir harus dikondisikan sedemikian rupa, terutama penampilan maksimal. Pembeli akan senang jika melihat tanaman yang segar dan berwarna cerah sebagai suvenir.
Ukuran tanaman yang menjadi suvenir harus seragam. Ini tidak mudah. Pasalnya, setiap saat tanaman bertumbuh. Agar tinggi atau lebarnya seragam, pengusaha harus rajin-rajin memangkas (pruning) tanaman. Seluruh tanaman dibuat tetap prima dengan ukuran yang sama, tuturnya.
Selain pruning, Fathul pun menggunakan zat khusus untuk mengerdilkan tanaman. Ketika sudah mencapai tinggi yang diinginkan, yakni 15 cm20 cm, ia menyebar zat tersebut pada tanaman. Bila hanya mengandalkan pemangkasan, akan butuh waktu lama. Sementara, tanaman harus siap sedia kalau-kalau ada yang pesan sebagai suvenir. Dengan zat tersebut, pertumbuhan tinggi tanaman akan terkontrol dan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Siap menjajal usaha ini?
(Sumber : www.ayogitabisa.com)