Tampilkan postingan dengan label Tanaman Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Pangan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 12 Oktober 2014
BERAS HITAM BERCITARASA BANGSAWAN
ARTIKEL okezone.com beberapa waktu lalu mengupas profil usahawan muda bernama Sochi yang mengenalkan produk olahan dari beras hitam organik. Beras seharga Rp 30.000-an/kg itu diolahnya sehingga mendatangkan keuntungan ganda.
Sochi memperkenalkan brand Wedang Beras Hitam, minuman seduh yang dikemas dalam bentuk sachet. Dengan mengolah beras hitam itu dia kini memiliki pendapatan Rp 30 juta/bulan.
Tapi dalam artikel ini, kami tidak membahas dulu soal bisnis Sochi tersebut. Kami membahas soal beras hitam yang memiliki nilai tinggi.
Belum banyak orang di Indonesia yang tahu apa itu beras hitam. Beras putih atau beras merah pasti lebih familiar. Beras hitam juga beda dengan ketan hitam, yang selama ini mudah dijumpai di pasar. Ketan (sticky rice) karbohidratnya lengket, sedangkan beras hitam tidak selengket ketan, meskipun masih sedikit lengket. Lain lagi, ketan hitam tidak memiliki kandungan seperti yang ada dalam beras hitam.
Beras hitam punya banyak keistimewaan, di antaranya kandungan antioksida yang tinggi, beras hitam bisa mengeluarkan detox sehingga sangat baik untuk kesehatan. Sedangkan kadar glukosanya masih di bawah beras merah sehingga cocok dikonsumsi penderita diabetes.
Beras hitam memiliki nama berbeda-beda, tergantung di mana beras hitam tersebut berada. Di Solo dikenal dengan beras wulung, di Sleman dengan nama cempo ireng atau beras jlitheng, di Bantul disebut beras melik dan di kawasan Subang beras dikenal dengan beras gadog.
Konon pada zaman dahulu hanya petani istimewa yang ditunjuk untuk menanam beras ini, dan khusus dikonsumsi keluarga keraton. Bahkan di China dulu ini beras terlarang bagi rakyat biasa. Orang China juga memungsikannya sebagai obat.
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) menyatakan sampai saat ini belum diketahui apakah beras hitam dengan nama sebutan yang berbeda-beda tersebut plasma nutfahnya sama atau berbeda. Yang jelas beras hitam ini memiliki keistimewaan, di antaranya selain umur panennya yang panjang yaitu 5 bulan, mempunyai rasa nasi enak, pulen, wangi dan memiliki kandungan mineral antosianin yang sangat baik untuk kesehatan. Wajar jika disamakan dengan citarasa para bangsawan.
Akhir-akhir ini peminat beras hitam semakin banyak, padahal harga beras hitam lebih mahal dari beras merah, apalagi beras putih. Makanya petani bisa meraup pendapatan yang cukup besar dari bercocok tanam beras atau padi hitam ini. Sayangnya belum banyak petani yang mengusahakan jenis tanaman ini.
Satu dari sedikit petani yang mengusahakannya adalah Purwanto. Dikutip dari situs Kontan, petani beras hitam asal Bantul, Yogyakarta ini memanfaatkan lahan seluas 2,5 hektare untuk bertanam padi hitam yang bisa menghasilkan sekitar 4 ton gabah per hektare setiap kali panen. Ia menjual beras hitam seharga Rp 17.000/kg."Tetapi di pasaran harganya bisa mencapai Rp 34.000/kg," ujarnya.
Disebutkan, proses penanaman padi hitam tidak jauh beda dengan padi biasa.Hanya, sistem tanamnya menggunakan system of rice intensification (SRI) . Yakni penyemaiannya menggunakan besek dan penanamannya dengan biji tunggal atau tidak merumpun.
Namun, umur tanam padi hitam lebih lama dibandingkan padi jenis lainnya. Padi hitam membutuhkan waktu 120 sampai 140 hari. Adapun masa tanam padi putih hanya 90 hari. Selain itu, bulir-bulir pada padi hitam lebih sedikit jumlahnya ketimbang padi putih.
Karena proses penanamannya masih secara organik, penanganan terhadap hama juga dilakukan secara alami. Contoh, untuk memberantas walang sangit, Purwanto hanya menggunakan bunga dan daun keningkir. Untuk pupuk, ia memanfaatkan sisa buah dan kotoran hewan ternak.
Kebiasaan di sana dalam satu tahun petani bisa menanam padi hitam antara dua hingga tiga kali.
Jadi silahkan dihitung-hitung. Jika memang menguntungkan, tidak ada salahnya dicoba. #
Kamis, 18 September 2014
DOSIS PEMUPUKAN IDEAL UNTUK TANAMAN PADI (2)
PADA artikel sebelumnya, kami sudah menjelaskan bagaimana bila suatu daerah/tempat melakukan uji PUTS, maka akan didapatkan suatu rekomendasi pupuk kimia yang spesifik lokasi.
Biasanya, suatu rekomendasi yang dihasilkan adalah rekomendasi untuk pupuk tunggal. Permasalahannya adalah, ketika pupuk tunggal di suatu daerah/tempat tersebut sedang kosong atau pupuk tunggal seperti SP36 dan KCL mahal. Oleh sebab itu, pupuk tunggal tersebut harus dikonversi menjadi pupuk majemuk seperti NPK Ponska, NPK Pelangi, dll.
Permasalahan kedua adalah kita belum paham cara menghitungnya. Jangankan petani, kadangkala ada juga petugas penyuluh yang kurang mahir dalam perhitungan ini.
Hasil Uji PUTS
Sekarang, kita ambil contoh kasus, di daerah A yang setelah di uji PUTS, didapatkan hasil rekomendasi dosis pemupukan sbb :
– Pupuk Urea 250 kg
– pupuk SP-36 60 kg
– Pupuk KCL 80 kg
Sedangkan di daerah itu yang ada pupuk NPK ponska/pelangi, pupuk urea dan pupuk KCL.
Maka rekomendasi pemupukan untuk daerah A ada di bawah ini,
Dari 100 kg NPK Ponska (15 15 15) didapatkan kandungan hara sbb :
– Urea 32 kg
– SP36 41 kg
– KCL 25 kg
Coba lihat berapa kg pupuk SP36 di dosis pupuk tunggal, dosis SP36 sebanyak 60 kg. Karena di dalam 100 kg pupuk ponska terdapat 41 kg SP36, sedangkan kebutuhannya sebanyak 60 kg SP36, Maka dibutuhkan sebanyak 150 kg NPK ponska.
Jadi, di dalam 150 pupuk NPK ponska terdapat 48 kg urea, 61,5 kg SP36 dan 37,5 kg KCL.
Karena kita butuh 250 kg urea, 60 kg SP36 dan 80 kg KCL, maka
– Dosis pupuk SP36 sudah tersedia
– Dosis pupuk KCL, yang dibutuhkan 80 kg sedangkan di dalam pupuk NPK ponska sudah terdapat 37,5 kg KCL, sehingga total kekurangan 80-37,5 kg = 42,5 kg KCL
– Dosis urea, karena di dalam 150 kg NPK ponska cuma terdapat 48 kg urea maka kekurangan dosis urea adalah 250 kg – 48 kg = 202 kg urea.
Jadi rekomendasi pemupukan adalah :
– 150 kg pupuk NPK ponska
– 202 kg pupuk urea
– 42,5 kg pupuk KCl
Lalu, bagaimana yang ada cuma pupuk NPK Pelangi, pupuk urea, dan pupuk KCL?
Kita hitung, dari 100 kg NPK Pelangi (20 10 10) didapatkan kandungan hara sbb :
(digenapkan)
– Urea 43 kg
– SP36 27 kg
– KCL 16 kg
Coba lihat berapa kg pupuk SP36 di dosis pupuk tunggal, dosis SP36 sebanyak 60 kg. Karena di dalam 100 kg pupuk NPK pelangi terdapat 27 kg SP36, sedangkan kebutuhannya sebanyak 60 kg SP36. Maka dibutuhkan sebanyak 222 kg NPK pelangi.
Caranya, kebutuhan SSP36 60 kg, sedangkan yang ada 27 kg. Kita tinggal bagi saja (60 dibagi 27) x 100 kg = 222 kg.
Jadi, di dalam 222 kg NPK pelangi terdapat
– Urea 43 kg x 2,22 = 95 kg
– SP36 27 kg x 2,22 = 60 kg
– KCL 16 kg x 2,22 = 35 kg
Karena kita butuh 250 kg urea, 60 kg SP36 dan 80 kg KCL maka
– Dosis pupuk SP36 sudah tersedia
– Dosis pupuk KCL, yang dibutuhkan 80 kg sedangkan di dalam pupuk NPK Pelangi sudah terdapat 35 kg pupuk KCL, sehingga total kekurangan 80-35 kg = 45 kg KCL
– Dosis urea, karena di dalam 222 kg NPK pelangi cuma terdapat 95 kg urea maka kekurangan dosis urea adalah 250 kg – 95 kg = 155 kg urea.
Jadi rekomendasi pupuk di daerah tsb adalah :
– 222 kg pupuk NPK Pelangi
– 155 kg pupuk urea
– 45 kg pupuk KCL
Semoga uraian di atas bermanfaat, bagi petani untuk mendapatkan dosis pemakaian pupuk untuk tanaman padinya. #
(Sumber : oksigenpertanian.wordpress.com)
DOSIS PEMUPUKAN IDEAL UNTUK TANAMAN PADI (1)
KETIKA ada pertanyaan: berapa dosis pupuk ideal yang dianjurkan buat tanaman padi? Maka akan banyak jawaban, berapa dosis yang akan diberikan.
Bisa jadi, akan ada yang akan menjawab untuk pupuk tunggal:
– 225 kg urea, 100 kg SP36 dan 75 kg KCL
– 250 kg urea, 110 kg SP36 dan 75 kg KCL
– dll
Bahkan, bagi petani organik, dosis pemupukannya adalah 0 kg urea,, 0 kg SP36 dan 0 kg KCl
Dosis Spesifik Lokasi
Sebetulnya ada cara mudah untuk mengetahui, berapa dosis pupuk yang ideal buat sawah kita. Mau tidak mau, tanah sawahnya harus diuji dengan alat sederhana. Dengan alat ini akan didapatkan berapa dosis yang ideal buat sawah kita. Alat uji tsb bernama alat PUTS
Apa itu PUTS.
PUTS kepanjangan dari Perangkat Uji Tanah Sawah. PUTS merupakan seperangkat alat bantu untuk menganalisa kadar hara yang ada di dalam tanah sawah, umumnya yang diuji adalah unsur hara N, P, K, dan pH tanah. Dengan alat bantu PUTS ini, bisa diketahui dengan cepat berapa kadar hara tertentu di dalam tanah sawah daerah tsb. Dari hasil ini, akan didapatkan rekomendasi dosis pupuk secara khusus di daerah tersebut. Bisa disebut dengan alat ini, dosis pemupukan akan spesifikasi lokasi.
Hasil Uji PUTS
Di suatu tempat, misalnya di kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, belum lama ini dilakukan pengujian beberapa titik lokasi tanah sawahnya. Dengan alat PUTS tesebut, dari hasil uji di lapangan, didapatkan rekomendasi dosis pemupukan di daerah tersebut sbb :
– Pupuk Urea 300 kg
– pupuk SP-36 75 kg
– Pupuk KCL 50 kg
Rekomendasi di atas adalah rekomendasi untuk pupuk tunggal.
Masalah Pupuk
Masalahnya di daerah tersebut jarang ditemukan pupuk KCL. Yang ada adalah pupuk urea dan pupuk NPK ponska. Kadang ada juga pupuk SP36 dan pupuk ZA.
Pertanyaannya, berapa dosis pemupukan dengan pupuk majemuk seperti NPK Ponska? Apakah perlu memakai pupuk urea lagi? Berapa banyak? Apa bisa memakai pupuk ZA?
Jawaban seperti ini:
Dosis pupuk tunggal berdasarkan uji PUTS
- Pupuk Urea 300 kg
– pupuk SP-36 75 kg
– Pupuk KCL 50 kg
Karena yang ada di daerah tersebut pupuk majemuk NPK Ponska, maka harus kita hitung berapa kandungan pupuk yang ada dalam pupuk ponska.
Silahkan lihat di sini:
Dari 100 kg NPK Ponska (15 15 15) didapatkan kandungan hara sbb :
– Urea 32 kg
– SP36 41 kg
– KCL 25 kg
Coba lihat berapa kg pupuk KCL di dosis pupuk tunggal, dosis KCL sebanyak 50 kg. Karena di dalam 100 kg pupuk ponska terdapat 25 kg KCL, sedangkan kebutuhannya sebanyak 50 kg KCL, maka dibutuhkan sebanyak 200 kg NPK ponska.
Jadi, di dalam 200 pupuk NPK ponska terdapat 64 kg urea, 82 kg SP36 dan 50 kg KCL.
Karena kita butuh 300 kg urea, 75 kg SP36 dan 50 kg KCL maka
– Dosis pupuk KCL sudah tersedia
– Dosis pupuk SP36, yang dibuthkan 75 kg sedangkan di dalam pupuk NPK ponska sudah terdapat 82 kg. Masih terdapat kelebihan 7 kg.
Kelebihan tersebut masih bisa diteloransi.
– Dosis urea, karena di dalam 200 kg NPK ponska cuma terdapat 64 kg urea maka kekurangan dosis urea adalah 300 kg – 64 kg = 236 kg urea.
Jadi rekomendasi pemupukan tersebut adalah:
– 200 kg pupuk NPK ponska dan
– 236 kg pupuk urea
Bagaimana kalau pupuk urea juga tidak ada saat itu? Maka bisa digunakan pupuk ZA.
Untuk memahami dan menghitung penggunaan pupuk ZA, pada artikel berikutnyakami akan menjelaskan tentang hal itu. #
(Sumber : oksigenpertanian.wordpress.com)
Selasa, 09 September 2014
MEMBUAT BENIH PADI ORGANIK DENGAN PUPUK ORGANIK NASA
BENIH padi yang unggul sangat penting sekali bagi kita karena benih merupakan faktor utama dan penentu keberhasilan budidaya kita. Bagaimanapun baiknya perawatan tanaman yang kita lakukan tidak akan ada gunanya jika benih yang kita gunakan sangat jelek. Kini sangat banyak benih padi yang beredar di pasaran, namun apakah semuanya mempunyai kualitas yang baik? Seringkali kita menemukan kejadian walaupun benih yang kita gunakan tersebut telah bersertifikat dan berlabel namun setelah kita tanam hasilnya kurang memuaskan. Yah, namanya juga jaman sekarang apa saja bisa dicurangin apalagi proyek benih.Langkah yang utama untuk membuat benih padi yang unggul adalah kita harus memiliki benih padi berlabel putih, benih dengan label putih bisa kita dapatkan di balai benih padi setempat. Seandainya kita kesulitan mendapatkan benih berlabel putih kita bisa juga menggunakan benih yang berlabel ungu. Benih berlabel ungu bisa kita dapatkan di kios-kios pertanian. Kebutuhan benih sekitar 25 Kg untuk lahan 1 ha.
Langkah yang kedua kita siapkan lahan untuk menanam padi tersebut. Lahan harus terisolasi dengan tanaman padi yang lain agar kemurniannya terjaga. Jarak antar lahan dan tanaman padi yang lain minimal 10 m. Atau paling enak kalau kita menanamnya berbeda waktu dengan tanaman padi yang lain. Terserah saja caranya yang penting jangan sampai waktu pembungaannya sama.
Sebelum benih label putih/ ungu kita semai, sebaiknya kita seleksi dulu dengan menggunakan air garam/ air abu. Gunakan benih yang terendam dan jangan gunakan benih yang mengapung. Rendam dengan air bersih ditambah Pupuk Organik Cair NASA (POC NASA) selama 24 jam dan tiriskan selama 24 jam pula. Namun jika calon akar belum ada 0,5 cm pemeraman bisa diperlama 24 jam lagi.
Lahan pesemaian kita siapkan seperti biasa dengan luas kurang lebih 20 % dari luas lahan. Cara pembuatan bibit seperti padi biasa, hanya yang harus diperhatikan adalah saat bibit padi umur 1 minggu sebaiknya semprot Pupuk Organik Cair NASA (POC NASA) + HORMONIK + pestisida organik PESTONA secukupnya. Dan saat bibit satu minggu menjelang tanam sebaiknya kita aplikasi pestisida organik BVR dan CORRIN, agar saat penanaman nanti tidak ada hama dan penyakit yang terbawa ke pertanaman.
Pada saat pengolahan tanah luku garu sebaiknya ditaburi Dolomit ditambah pupuk organik padat SUPERNASA dan Phospat (TSP atau SP-36).
Cara penanaman benih padi unggul yang baik adalah harus memperhatikan jarak tanam, yaitu jangan kurang dari 22 cm. Dan gunakan sistem tanam legowo 2 : 1 atau maksimal 4:1. Tanam harus umur muda, kurang dari 18 hss (hari setelah semai). Saat penanaman jangan terlalu dalam. Gunakan cara tanam jiwir 2-3 batang per lubang. Inilah kunci untuk meningkatkan produksi benih padi unggul.
Dalam pemeliharaan yang paling penting adalah pengairan yang berselang, yaitu pemberian air dan buang air sampai tanah agak mengering. Tanaman jangan selalu direndam air. Pemupukan gunakan NPK 300 kg/ ha dan tambahkan urea 100 kg/ha atau sesuaikan kebutuhan dengan menggunakan bagan warna daun. Pemupukan bisa diberikan 2 kali ataupun 3 kali. Penyemprotan Pupuk Organik Cair NASA dan HORMONIK atau GREENSTAR tiap 1-2 minggu sekali dan bisa dicampur dengan pestisida organik seperti PESTONA, BVR dan CORRIN.
Ketika tanaman benih padi unggul tel
ah berbuah maka perlu dilakukan penyortiran, hal ini berguna untuk meningkatkan kemurnian benih. Penyortiran dilakukan dengan cara membuang/ memangkas bulir-bulir padi yang berbeda varietasnya. Pemangkasan juga dilakukan terhadap jenis gulma yang sefamili dengan padi.
Ada trik juga untuk memantapkan pengisian bulir, yaitu dengan cara menambahkan pupuk NPK ditambah pupuk organik padat POWER NUTRITION ketika bulir padi telah masak susu. Hal ini berfungsi untuk memperlama proses pengisian dan memundurkan masa panen.
Pemanenan benih padi unggul dilakukan jangan bersamaan dengan tanaman padi konsumsi. Hal ini bertujuan agar supaya benih tidak tercampur dengan benih lain. Gunakan sabit yang bergerigi dan taruh potongan malai pada terpal atau karung bekas. Pemanenan dilakukan saat padi menguning sekitar 90 %.
Penjemuran calon benih padi unggul sebaiknya tidak dilakukan dilantai jemur, tapi harus diberi alas terpal atau anyaman bambu. Penjemuran sebaikknya dilakukan saat pagi hari sekitar jam 07.00 sampai jam 10.00 dan sore hari sekitar jam 14.30 sampai jam 17.00. Keringkan sampai kadar air sekitar 14-12 %. Sebelum digunakan untuk benih sebaiknya b #
(Sumber : .organiknusantara.com)
Minggu, 07 September 2014
BUDIDAYA PADI ORGANIK DENGAN METODE SRI
SRI merupakan suatu teknologi budidaya padi yang menitik beratkan penghematan sumber daya, terutama air. Metode ini bisa digabungkan dengan cara bercocok tanam secara organik.
Pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas cara budidaya padi organik dengan metode System of Rice Intensification (SRI). Metode ini merupakan suatu inovasi dalam teknik budidaya padi. Di beberapa tempat, SRI dilaporkan telah berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat.
SRI pertama kali dikembangkan di Madagaskar oleh Fr. Henri de Laulanie, SJ, seorang Pastor Jesuit asal Prancis. Dia mempublikasikan metode temuannya pada tahun 1983. Oleh penemunya, metodologi ini disebut Ie Systme de Riziculture Intensive (bahasa Perancis). Dalam bahasa Inggris populer dengan nama System of Rice Intensification disingkat SRI.
Pada tahun 1994 sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Tefy Saina dan Cornel International Institute for Food and Agriculture Development (CIIFAD) mulai bekerjasama dalam pengembangan SRI. Dengan bantuan CIIFAD, metode SRI menyebar ke negara lain. Nanjing Agricultural University di Cina dan Agency for Agriculture Research and Development (AARD ) melakukan percobaan pertama di luar Madagaskar pada tahun 1999.
Apa hubungan SRI dengan budidaya padi organik?
Beberapa praktek di berbagai negara menemukan bahwa metode SRI berhasil menekan serendah mungkin input produksi. Hal ini sejalan dengan upaya para aktivis pertanian organik untuk mengolah tanah secara berkelanjutan. Hasilnya, ditemukan hubungan konservasi air pada sistem budidaya padi SRI dengan upaya konservasi tanah yang dianut pada budidaya padi organik. Saat ini, banyak para petani organik yang menerapkan budidaya padi dengan metode SRI.
Pola pertanian padi SRI organik merupakan perpaduan antara metode budidaya padi SRI yang pertamakali dikembangkan di Madagaskar, dengan metode budidaya padi organik dalam praktek pertanian organik. Metode ini akan meningkatkan fungsi tanah sebagai media tumbuh dan sumber nutrisi tanaman. Dengan sistem SRI organik daur ekologis akan berlangsung dengan baik karena memanfaatkan mikroorganisme tanah secara natural. Pada gilirannya keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan akan sellalu terjaga. Di sisi lain, produk yang dihasilkan dari metode ini lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari paparan zat kimia berbahaya.
Melalui sistem ini kesuburan tanah dikembalikan sehingga daur-daur ekologis dapat kembali berlangsung dengan baik dengan memanfaatkan mikroorganisme tanah sebagai penyedia produk metabolit untuk nutrisi tanaman. Melalui metode ini diharapkan kelestarian lingkungan dapat tetap terjaga dengan baik, demikian juga dengan produk akhir yang dihasilkan, yang notabene lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari paparan zat kimia berbahaya.
Pemilihan metode budidaya padi organik secara SRI bisa menghasilkan produk akhir berupa beras organik yang memiliki kualitas tinggi sebagai beras sehat, dilihat dari beberapa aspek berikut:
Aspek lingkungan, dengan menghilangkan penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia dan manajemen penggunaan air yang terukur secara tidak langsung telah membantu mengkonservasi lingkungan.
Aspek kesehatan, bagi konsumen produk ya
ng dihasilkan akan lebih sehat dan menyehatkan, karena tidak terkandung residu zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dalam tubuh manusia.
Produktivitas tinggi, bagi produsen atau petani, penerapan metode ini bisa meningkatkan hasil panen yang pada giliranya menghasilkan keuntungan maksimal.
Kualitas yang tinggi, produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan produk konvensional, sehingga harganya pun tentunya akan lebih baik.
Prinsip budidaya padi organik SRI
Tanaman bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah semai ketika bibit masih berdaun 2 helai
Bibit ditanam satu pohon perlubang dengan jarak minimal 25 cm persegi
Pindah tanam harus sesegera mungkin (kurang dari 30 menit) dan harus hati-hati agar akar tidak putus
Penanaman padi dengan perakaran yang dangkal
Pengaturan air, pemberian air maksimal 2 cm dan tanah tidak diairi secara terus-menerus sampai terendam dan penuh, namun hanya lembab (irigasi berselang atau terputus)
Peningkatan aerasi tanah dengan penggemburan atau pembajakan
Penyiangan sejak awal sekitar 10 hari dan diulang 2-3 kali dengan interval 10 hari
Menjaga keseimbangan biota tanah dengan menggunakan pupuk organik
Keunggulan budidaya padi organik SRI
Tanaman hemat air, Selama pertumbuhan dari mulai tanam sampai panen memberikan air max 2 cm, paling baik macak-macak sekitar 5 mm dan ada periode pengeringan sampai tanah retak (irigasi terputus)
Hemat biaya, hanya butuh benih 5 kg per hektar. Tidak memerlukan biaya pencabutan bibit, tidak memerlukan biaya pindah bibit, tenaga tanam kurang, dll.
Hemat waktu, ditanam bibit muda 5 – 12 hari setelah semai, dan waktu panen akan lebih awal
Produksi meningkat, di beberapa tempat mencapai 11 ton per hektar
Ramah lingkungan, tidak menggunaan bahan kimia dan digantikan dengan mempergunakan pupuk organik (kompos, kandang dan mikro-oragisme lokal), begitu juga penggunaan pestisida.
Langkah-langkah budidaya padi organik dengan metode SRI
Padi terdapat dua jenis, padi sawah dan padi gogo, bedanya terletak pada ada atau tidak adanya air. Pada saat ini kita akan membahas tentang budidaya padi sawah. Padi dapat tumbuh pada ketinggian 0-1500 meter dari permukaan laut dengan temperatur 19-27 derajat celcius, memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa naungan. Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan. Padi menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm dan pH tanah 4 – 7. Sebelum memulai budidaya padi organik, langkah yang paling awal adalah menyiapkan benih yang baik.
Tahap 1. Penyemaian
Hal pertama yang dilakukan dalam budidaya padi organik adalah menyemai benih. Kegiatan pertama adalah melakukan seleksi benih. Pemilihan benih ini dimaksudkan supaya kita menanam benih yang benar-benar baik. Benih padi yang digunakan untuk luasasn 200 meter persegi adalah sebanyak setengah kilogram.Untuk mengecek baik tidaknya benih bisa dilakukan dengan menguji benih dalam air, benih yang baik adalah benih yang tenggelam, sementara itu benih yang mengapung adalah benih yang kurang baik, biasanya benih yang mengapung adalah benih yang kopong ataupun benih yang telah tumbuh.
Untuk memastikan benih yang tenggelam tersebut benar benar baik, maka uji kembali benih tersebut dengan memasukannya kedalam air yang sudah diberi garam. Larutan air garam yang cukup untuk menguji benih adalah larutan yang apabila dimasukkan telur, maka telur akan terapung. Benih yang baik untuk dijadikan benih adalah benih yang tenggelam dalam larutan tersebut. Benih yang telah diuji lalu direndam dalam air biasa selama 24 jam kemudian ditiriskan dan diperam 2-3 hari ditempat yang lembab hingga keluar calon tunas dan kemudian disemaikan pada media tanah dan kemudian pupuk kompos sekitar sebanyak 10 kg. Setelah umur semai 7-12 hari benih padi sudah siap ditanam.
Tahap 2. Pengolahan lahan
Pengolahan lahan untuk penanaman padi sawah dilakukan dengan cara dibajak dan dicangkul. Biasanya dilakukan minimal 2 kali pembajakan yangkni pembajakan kasar dan pembajakan halus yang diikuti dengan pencangkulan: Total pengolahan lahan ini bisa mencapai 2-3 hari. Setelh selasai, aliri dan rendam dengan air lahan sawah tersebut selama 1 hari. Pastikan keesokan harinya benih yang telah disemai sudah siap ditanam, yakni sudah mencapai umur 7-12 harian, perlu diingat, usahakan bibit yang disemai tidak melebihi umur 12 hari mengingat jika terlalu tua maka tanaman akan sulit beradaptasi dan tumbuh ditempat baru (sawah) karena akarnya sudah terlalu besar.
Tahap 3. Penanaman
Sebelum ditanam, lakukan pencaplakan (pembuatan jarak tanam), jarak tanam yang baik adalah jarak tanam sesuai dengan metode SRI yakni tidak terlalu rapat, biasanya 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. Lakukan penanaman dengan memasukkan satu bibit pada satu lubang tanam. Penanaman jangan terlalau dalam supaya akar bias leluasa bergerak.
Tahap 4. Perawatan
Pada penanaman budidaya padi organik dengan metode SRI yang paling penting adalah menjaga aliran air supaya sawah tidak tergenang terus menerus namun lebih pada pengaliran air saja. Untuk itu, setiap hari petani biasanya melakukan control dan menutup serta membuka pintu air secara teratur. Berikut panduan pengairan SRI:
Penanaman dangkal, tanpa digenangi air, mecek-mecek, sampai anakan sekitar 10-14 hari
Setelah itu, isi air untuk menghambat pertumbuhan rumput dan untuk pemenuhan kebutuhan air dan melumpurkan tanah, digenangi sampai tanah tidak tersinari matahari, stelah itu dilairi air saja.
Sekitar seminggu jika tidak ada pertumbuhan yang signifikan dilakukan pemupukan, ketika pemupukan dikeringkan dan galengan ditutup
Ketika mulai berbunga, umur 2 bulan, harus digenangi lagi, dan ketika akan panen dikeringkan
Pemupukan biasanya dilakukan pada 20 hari setelah tebar, pupuk yang digunakan adalah kompos sekitar 175-200 kg. Ketika dilakukan pemupukan sawah dikeringkan dan pintu air ditutup. Setelah 27 hari setelah tebar, aliri sawah secara bergilir antara kering dan basah.
Beberapa hama yang sering menyerang tanaman padi diantaranya burung, walang sangit, wereng dan penyakit ganjuran atau daun menguning.
Cara penanganannya bisanya dengan cara manual, membuat orang-orangan sawah untuk hama burung, penyemprotan dengan pestisida hayati seperti nanas, bawang putih dan kipait atau gadung, serta untuk penyakit biasanya dengan cara mencabut dan membakar tanaamn yang sudah terkena penyakit daun menguning. Untuk pencegahan harus dilakukan penanaman secara serentak supaya hama dan penyakit tidak datang, penggunaan bibit yang sehat, pengaturan air yang baik, dan dengan melakukan sistem budidaya tanaman sehat yang cukup nutrisi dan vitamin sehingga kekebalannya tinggi.
Hama lain yang sering menyerang adalah hama putih, thrips, wereng, walang sangit, kepik hijau, penggerek batang padi, tikus , dan burung. Sementara itu penyakitnya adalah penyakit bercak daun coklat, penyakit blast, Busuk pelepah daun, fusarium, penyakit kresek atau hawar daun dan penyakit tungro.
Tahap 5. Panen
Padi mulai berbunga pada umur 2-3 bulan bulan dan bisa dipanen rata-rata pada umur sekitar 3,5 sampai 6 bulan bulan, tergantung jenis dan varietasnya. Pada luasan lahan 200 meter persegi, untuk padi yang berumur pendek (3,5 bulan) biasanya diperoleh 2 kwintal gabah basah, setara dengan 1, 5 kuintal gabah kering atau 90 kg beras. Setelah dipanen, padi bisa dijual langsung, atau juga dijemur dulu sekitar 1-2 hari baru kemudian dijual, atau setelah dijemur digiling baru dijual berupa beras ataupun untuk dikonsumsi sebagiannya. #
(Sumber : alamtani.com)
Langganan:
Postingan (Atom)




