Jumat, 27 Maret 2015

API Memotivasi Masyarakat untuk Bertanam

Pada jajaran stand arena Asahan Expo 2015 yang berlangsung di Lapangan Hockey Kisaran, 14 hingga 21 Maret 2015, ada satu stand yang menarik perhatian pengunjung karena dijejali dengan sejumlah tanaman buah dan sayuran, serta aneka produk pertanian. Plus foto-foto di dinding yang menggambarkan sejumlah kegiatan serta aneka jenis tanaman.
Itu adalah stand milik Asosiasi Planter Indonesia (API), konon API merupakan organisasi para pelaku usaha perkebunan (pekebun). Tapi kali ini stand pameran milik asosiasi tersebut justru lebih banyak menonjolkan produk-produk tanaman buah dan sayuran.
“Kami punya aktivitas lain dalam bidang pengembangan tanaman organik. Ini salah satu dedikasi kami untuk pengembangan pertanian di Indonesia,” kata Ketua API Sumatera Utara, Baskara Liga, yang ditemui di stand pameran tersebut.
Baskara pun dengan ramah dan antusias memaparkan kegiatan mereka. Dia melemparkan dua masalah yang kini tengah dihadapi masyarakat Indonesia. “Buah impor dan polusi udara,” katanya.
Soal buah impor, dia mengaku prihatin karena Indonesia yang notabene negara agraris, tapi kini tergantung dari negara luar untuk memasok kebutuhan buah dalam negerinya. “Padahal kita masih punya lahan yang luas untuk pengembangan tanaman buah. Saya kira, hanya soal motivasi masyarakatnya untuk mau berbuat, menanam di lahan yang dipunyai walau itu hanya berupa lahan yang sempit dan terbatas,” katanya.
Dia mencontohkan di daerah Kabupaten Asahan. “Karena kebetulan saya warga sini, saya ingin memberi contoh kepada masyarakat di Asahan ini khususnya Kota Kisaran, bahwa kita bisa memanfatkan tanah yang ada untuk dikembangkan menjadi lahan potensial. Entah itu di depan rumah, pinggir jalan, bahkan di atas ruko. Kami coba memberi contoh ke masyarakat untuk bertanam di atas loteng atau atas ruko, kalau itu bisa dilakukan kita bakal punya lahan pengembangan tanaman yang sangat luas di kota ini,” paparnya.
Tanaman yang dikembangkan bisa beragam, seperti tanaman hias, sayuran, dan tanaman buah. Hasilnya nanti, selain mengurangi ketergantungan terhadap produk tanaman impor, juga berdampak langsung terhadap berkurangnya polusi udara di kota. “Tanaman yang rindang bisa memasok oksigen, serta memberi kesegaran udara,” ucap Baskara.
Jadilah kini Baskara dan organisasinya memotivasi masyarakat dengan melakukan praktek langsung menanam berbagai jenis tanaman, termasuk dengan membina petani. Kegiatan bertanam tersebut tentu saja dilakukan secara organik. Selain di Asahan, Baskara juga melakukannya di daerah Provinsi Riau.
“Kini kami tengah memperkenalkan aneka tanaman buah eksotis. Tanaman tersebut kami datangkan dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, untuk selanjutnya dikembangkan dan diperbanyak di sini,” ujarnya.
Baskara dan beberapa rekannya kini punya koleksi sejumlah tanaman eksotis atau tanaman langka, seperti apel India, buah tin, srikaya Thailand, jambu apel, sirsak ratu, matoa, pisang cavendis dan lain sebagainya.
“Saya juga punya koleksi tanaman langka, long berry klon dari Hawaii, juga ginseng merah. Bibit tanaman tersebut tengah saya pelihara di sini, nantinya kami ingin memperbanyak tiap jenis tanaman tasi sehingga bisa dikembangkan lebih luas,” kata Baskara.
Baskara mengaku tak jemu berbagi motivasi dan ilmu kepada masyarakat, agar mau berbuat hal serupa. Selain tampil pada arena pameran seperti di Kisaran ini, mereka juga beberapa kali telah menggelar kegiatan seminar dan workshop terkait budidaya tanaman secara organik.
“Intinya, ke depan kami ingin agar pertanian organik berkembang. Dan secara lebih luas masyarakat mau memanfaatkan lahan pekarangannya untuk ditanami tanaman bernilai ekonomis dan ekologis,” katanya. (Sumber : agroplus.co,id)
http://agroplus.co.id/api-memotivasi-masyarakat-untuk-bertanam/
DAPATKAN INFO-INFO LAIN TENTANG AGRIBISNIS DI WWW.AGROPLUS.CO.ID

Musang Lovers, Mengubah Paradigma tentang Musang

Musang, adalah mamalia bangsa carnivora dari suku Viverridae, selama ini dikenal sebagai hewan malam (nokturnal) dan pemanjat yang baik. Hewan yang senang menyendiri, keberadannya kerap menjadi hama karena tidak jarang memangsa hewan peliharaan seperti ayam serta tanaman buah.
Paradigma tersebut sedikit demi sedikit berubah, sejak kehadiran komunitas Musang Lovers, yang menjadikan musang sebagai hewan peliharaan dan teman bermain. Mereka melindungi hewan ini yang dianggap tempat hidupnya justru terusik karena pembangunan yang merusak alam sebagai habitat musang.
“Musang bisa disayangi dan bisa menjadi hewan rumahan seperti kucing atau anjing,” kata Raymond dari komunitas Medan Musang Lovers Community (MMLC).
Ya, musang bisa diajak berlari, bermain bola. Musang juga suka bercanda seperti mengigit tangan dan mengeluarkan bau yang wangi.
Bagaimana bisa menjadikan musang sebagai teman bermain? Raymond menyebutkan, agar musang menjadi jinak memang butuh dilatih. Untuk musang berumut satu tahun, setidaknya butuh waktu sekitar satu bulan untuk menjadikannya jinak.
“Akan lebih cepat jika itu musang anakan, kita pelihara musang baby yang sudah bisa makan sendiri,” katanya.
Disebutkan, MMLC berdiri sejak dua tahun lalu, kini memiliki anggota sekitar 50 orang. Rata-rata mereka setiap dua hingga tiga ekor musang. Kehadiran MMLC ini mengusung target, agar tidak ada lagi pemburuan terhadap musang.
Raymond yang juga Kabid Internal MMLC menambahkan, banyak kegiatan yang telah mereka lakukan untuk mendekatkan musang ke khalayak umum. Yang rutin tentunya melalui acara ngumpul-mgumpul atau gathering dengan sesama anggota komunitas. Dalam gathering biasanya mereka membahas cara merawat musang dengan benar, juga membahas bagaimana cara membuat musang menjadi jinak.
Dalam gathering juga diberikan pemahaman agar masyarakat tidak berlaku kasar terhadap musang.
Selain itu mereka juga aktif mengikuti berbagai event. Satu event yang kini tengah diikuti adalah Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU). Di ajang ini mereka menempati satu stand, membuka kesempatan kepada masyarakat untuk lebih mengenal musang dan jenis-jenisnya.
“Selama mengikuti PRSU banyak pengunjung yang ingin mendapatkan informasi seputar musang. Mereka bertanya mulai dari jenis musang hingga bagaimana cara pemeliharaannya,” ujar Raymond.
Indah, wanita asal Medan Sunggal yang tengah berkunjung di PRSU, mengaku keberadaan musang lovers ini membuatnya penasaran. “Penasaran juga, kita kan tahunya musang itu binatang liar, bukan binatang peliharaan seperti kucing atau anjing,” ujarnya.
Dan nantinya, usai PRSU, MMLC akan menggelar gathering secara rutin setiap hari Minggu di kampus USU, dimulai sekira pukul 15.30 WIB. “Nah, di sanalah nanti kami mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat musang,” ujar Raymond.
Kamu yang tertarik dengan musang, dan ingin mengetahui lebih banyak mengenai hewan ini, bisa mengikuti aktivitas komunitas pecinta hewan tersebut dengan bergabung ke grup Medan Musang Lover Community di Facebook atau yang telah menjadi anggota bisa bergabung dalam grup BBM. (Sumber : agroplus.co.id)
http://agroplus.co.id/musang-lovers-mengubah-paradigma-tentang-musang/

DAPATKAN INFO-INFO LAIN MENYANGKUT HOBI DAN KOMUNITAS DI AGROPLUS.CO.ID

Kamis, 29 Januari 2015

Mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai

PENYAKIT antraknosa atau lebih dikenal dengan istilah “pathek”  adalah penyakit yang masih ditakuti petani cabai hingga saat ini. Penyakit antraknosa disebabkan cendawan Colletotrichum capsici Sydow dan Colletotrichum gloeosporioides Pens.
Penyakit ini sangat susah dikendalikan, jika sudah terlanjur menyerang. Kerugian yang ditimbulkan pun bisa mencapai 100%.
Apalagi pada musim hujan, cendawan akan berkembang dengan sangat pesat saat kelembaban udara lebih dari 80 rH dengan suhu 32 derajat Celsius. Semua tahap pertumbuhan bisa terserang penyakit ini, termasuk tahap pascapanen.
Gejalanya akan tampak pada buah yang matang. Buah yang matang menjadi kecil, terdapat cekungan melingkar hingga 30 mm. Pusat luka menjadi berwarna coklat, dengan jaringan di sekitarnya berwarna lebih ringan mengelilingi pusat luka membentuk cincin konsentris.
Untuk mengendalikan penyakit pathek  pada tanaman cabai tidak bisa dilakukan hanya saat dimulainya serangan, namun harus dari awal proses penanaman.
Langkah-langkah yang bisa  dilakukan untuk pencegahan, yang utama adalah penggunaan bibit yang sehat. Jika menggunakan bibit sendiri, jangan menggunakan dari bekas cabai yang terserang patek. Karena spora jamur tersebut mampu bertahan pada benih cabai.
Pemilihan lokasi tanam juga penting, gunakan yang bukan bekas tanaman cabai, terong, tomat dan lain-lain yang satu famili dengan cabai. Spora Gloeosporium maupu Colletotricum mampu beradaptasi hidup dalam tanah dalam waktu tahunan
Ada varietas cabai yang lebih tahan terhadap pathek, biasanya cabai keriting lebih tahan.  Pergunakan jarak tanam yang ideal sesuai dengan varietas yang ditanam, usahakan jangan terlalu rapat karena hal ini akan sangat membahayakan keselamatan tanaman cabai.
Lalu pada masa penanaman, pergunakan pupuk dasar maupun kocoran yang rendah unsur Nitrogen, karena unsur N hanya akan membuat tanaman cabai menjadi rentan. Selain itu unsur N juga akan membuat tanaman menjadi rimbun yang akan meningkatkan kelembaban di sekitar tanaman.
Sebaliknya perbanyak unsur Kalium dan Kalsium untuk membantu pengerasan kulit buah cabai.
Pada masa pemeliharaan, pergukan mulsa plastik untuk menghindari penyebaran spora jamur melalui percikan air hujan.
Lakukan pencegahan dengan penyemprotan fungisida kontak berbahan aktif mankozeb atau tembaga hidroksida secara rutin satu minggu sekali . Hanya saja cara ini betentangan dengan konsep pengendalian hama secara terpadu.
Ada upaya lain yang perlu dilakukan, yakni mengurangi kerimbunan tanaman. Untuk perlakuannya, gunakan peralatan yang terbebas dari sumber penyakit pathek
Nah, jika langkah-langkah diatas sudah dilakukan tetapi masih terjadi serangan penyakit, segera buang tanaman yang sakit, kalau perlu membakarnya.
Setelah itu segera melakukan tindakan penyelamatan terhadap cabai yang belum terserang secepatnya, karena pathek bisa menyebar dalam hitungan jam. Tindakan yang perlu dilakukan adalah menyemprot dengan fungisida kontak (Dithane, Nordox, Kocide, Antracol, Dakonil, dll) bersamaan dengan sistemik (Derosal, Bion M, Amistartop, dll). (mul)

Abon Tuna dan Kerupuk Ikan Khas Sibolga

JIKA Anda berkunjung ke Kota Sibolga, Sumatera Utara, jangan lupa membeli oleh-oleh khas sana, tentu saja olahan dari ikan berupa abon, kerupuk, serta aneka penganan yang bahan utamanya dari ikan.
Jelas saja, karena Sibolga merupakan kota pesisir yang kaya dengan hasil tangkapan laut. Sejumlah warga kreatif di sana mengolah ikan tersebut menjadi produk makanan nan lezat dan bergizi.
Salah satunya adalah Kelompok Usaha Dewi Nauli, yang digawangi Hotmauli Siahaan selaku ketua kelompok. Kelompok ini memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang umumnya istri nelayan untuk jadi pengusaha olahan ikan.
Dan produk utama mereka adalah abon ikan tuna serta kerupuk ikan. Jika kita mengunjungi Pasar Horas Sibolga, kios jualan mereka ada di sana. Atau sejumlah supermarket di Sibolga juga menjual produk Dewi Nauli.
Keberadaan gerai tersebut didukung Dinas Perikanan dan Kelautan Sibolga. Termasuk usaha pembuatan yang mereka geluti, mendapat binaan pemerintah daerah serta beberapa pihak lain seperti Bank Indonesia, Bank Sumut, dan Dinas Perindustrian.
Hotmaluli mengatakan, kelompok usaha ini sudah berusia empat tahun, awalnya mereka hanya memproduksi abon ikan tuna. Ata ada kalanya menghanti bahan baku dengan ikan tenggiri, jika sewaktu-waktu tuna susah didapat.
Namun satu tahun terakhir mereka pun memproduksi kerupuk bawang ikan, kerupuk ikan, kerupuk sambal ikan teri, stik kentang ikan dan stik ubi rambat ikan.
“Kami terus menghadirkan inovasi, guna menarik hati konsumen,” katanya.
Tidak sekadar menambah varian, kapasitas produksi mereka juga meningkat. “Di tahun 2013 kami baru berproduksi 50 kg per bulan, namun sepanjang tahun 2014 mengalami peningkatan 100% untuk masing-masing varian produk,” kata Hotmauli. (mul)

Senin, 26 Januari 2015

Aspeter Terbentuk di Sumut, Ingin Berdayakan Peternak

MEDAN – Kepengurusan Dewan Pemimpin Daerah (DPD) Asosiasi Peternak (Aspeter) telah terbentuk di Sumatera Utara, dengan visi misi memberdayakan para pelaku agribisnis peternakan.
“Organisasi ini baru berdiri tahun 2014 dengan berpusat di Provinsi Lampung, sebagai wadah insan agribisnis ternak untuk sama-sama memikirkan dan berbuat untuk pengembangan sektor peternakan,” kata Muis sebagaimana disampaikan Humas Aspeter Sumut Slamat SP, Senin (26/1/2015) di Medan.
Disebutkan, dalam kepengurusan DPD Sumut juga terdapat nama-nama seperti Mukhsin Manurung (Sekretaris) dan Wagianto (Bendahara), serta sejumlah pengurus lain.
Kepengurusan DPD ini akan segera dikukuhkan dalam waktu dekat, menyusul kemudian kepengurusan di daerah-daerah kabupaten/kota yang sudah ada pengurusnya seperti Deliserdang, Medan, Binjai, Tebingtinggi, Batubara, Simalungun, Pematangsiantar, Mandailing Natal, Dairi dan Pakpak Bharat.
Dijelaskan Abdul Muis, Aspeter akan bersinergi dengan pemerintah serta stakeholder lain untuk sama-sama mengembangkan sektor peternakan, guna mencapai target swasembada daging secara nasional.
Sinergi yang akan dilakukan dengan pemerintah mencakup dukungan terhadap program-program yang tengah dijalankan, serta membantu pemerintah dalam mewujudkan sasaran program tersebut.  Selain itu, organisasi ini sendiri telah menyusun sejumlah visi misi pemberdayaan anggota, dengan tetap diselaraskan pada program yang dijalankan pemerintah.
“Sasaran utamanya, agar peternak utamanya anggota Aspeter bisa mandiri, dan akhirnya mampu terwujud kesejahteraan ekonominya,” katanya.
Berbicara soal peternakan, Muis mengatakan, potensi daerah-daerah di Sumut untuk pengembangan agribisnis ternak sangat besar. Sebagaimana diketahui, Sumut memiliki kawasan yang luas untuk dijadikan lokasi budidaya ternak.
“Hanya saja pengelolaannya belum maksimal,” katanya.
Muis mencontohkan peternakan sapi, yang sejatinya bisa memanfaatkan potensi wilayah tersebut sehingga Sumut tidak perlu lagi tergantung dari daerah lain untuk mencukupi kebutuhan daging sapinya. Termasuk juga dalam pengadaan bibit sapi berkualitas untuk dibesarkan di daerah ini, di mana Sumut masih mendatangkannya dari provinsi lain.
Makanya, sejalan dengan program Dewan Pemimpin Pusat (DPP) yang ingin menjadikan wilayah Sumatera serta wilayah-wilayah lain di luar Pulau Jawa sebagai sentra pembibitan dan penggemukan sapi,  mereka di DPD berupaya menerjemahkannya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa mengarah pada aspek dukungan terhadap program tersebut.
“Salah satunya peningkatan SDM (sumber daya manusia) peternak sapi. Pemberdayaan akan dilakukan melalui kegiatan pelatihan, baik teknis maupun administrasi terhadap anggota,” katanya.
Bukan hanya terhadap peternak sapi, upaya yang sama juga akan dilakukan terhadap pelaku usaha peternakan jenis lain, yang masing-masing akan diberikan program untuk peningkatan kapasitas.
“Kami berharap kehadiran Aspeter, khususnya di Sumut, bisa memberi nilai positif bagi program pengembangan peternakan serta peningkatan ekonomi peternak,” kata Muis. #

Selasa, 20 Januari 2015

SEPENGGAL KISAH OM BOB


Pengusaha nasional Bob Sadino meninggal dunia pada Senin (19/1/2015) pukul 18.05, di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia meninggal pada usia 81 tahun lantaran komplikasi penyakit.
Pemilik nama lengkap Bambang Mustari Sadino bin Sadino ini adalah seorang tokoh agribisnis, karena usahanya yang sukses memang berlatar agribisnis. Artikel yang kami sarikan dari sejumlah tulisan Kompas ini, hanya sepenggal kisah Bob Sadino, dari sekian banyak kisah dan pengalamannya yang telah pula disimak banyak orang, sebagai inspirasi dan masukan untuk meraih sukses di bidang usaha.
Banyak orang mengenal sosok Om Bob – demikian dia biasa disapa – baik karena sukses usahanya maupun dari pemikiran atau tingkah lakunya yang nyentrik, yang menurut Bob sendiri justru itu merupakan jati diri yang mendukung dia untuk sukses.
Sering kali dia hanya memakai celana pendek - pada acara-acara formal sekalipun. Dia pernah bercerita, pada tahun 1980-an, ia tetap memakai celana pendek saat menerima kunjungan Presiden Soeharto ke kebunnya yang sekarang menjadi rumahnya.
Alasannya gemar memakai celana pendek? ”Bagi saya, pakaian adalah kepribadian. Soal tudingan bahwa celana pendek simbol tidak menghargai orang lain, itu sekali lagi hanyalah mindset orang kebanyakan. Saya pernah diusir dari Gedung DPR karena semata mengenakan celana pendek. Saya dituntut memakai celana panjang kalau mau masuk ke gedung rakyat itu. Oke, saya mau bertanya. Lebih baik mana, celana pendek tapi dibeli dengan uang sendiri atau celana panjang tetapi dibayar dengan uang rakyat? Ha-ha-ha,” kata Bob.
Bob merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Saat orangtuanya meninggal, Bob mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Namun, kehidupannya bukan berarti mudah. Sebab, Bob harus kerja keras untuk mencapai kesuksesannya.
Bob sempat "terdampar" di Belanda selama lebih kurang 9 tahun dan bekerja di perusahaan pelayaran nasional Djakarta Lloyd yang memiliki kantor di kota Amsterdam, Belanda, dan Hamburg, Jerman. Setelah itu, Bob keluar dari perusahaan dan memasuki bisnis sewa mobil. Mobil yang dia sewakan adalah Mercedes miliknya sendiri, dan dia sendiri yang menjadi sopirnya. Dalam perjalanannya, Bob mengalami kecelakaan dan mobil yang dia punyai pun rusak.
Bob kemudian banting setir menjadi kuli bangunan dengan upah harian. Saat itu, dia juga mulai tertarik mengembangkan usaha peternakan ayam. Bob menjadi orang pertama yang mengenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang.
Usaha yang dijalankan semakin berkembang. Tak hanya berkutat dengan telur dan ayam, Bob Sadino juga memasuki bisnis sayuran dan penjualan makanan.
Sebagai pengusaha sukses, Bob mengaku mendapatkan ilmu bisnis di "jalanan", bukan di bangku kuliah. Ia adalah pemilik PT Boga Catur Rata, PT Kem Foods, dan PT Kem Farm.
Dari "ilmu jalanan" itu, menurut dia, wirausaha adalah sesuatu yang dilaksanakan, bukan dibicarakan atau didiskusikan.
Semasa hidup, ia tak segan-segan berbagi pengalamannya menggeluti dunia usaha.
Dia menyebutkan, tidak ada dalam usaha agrobisnis yang bermodal duduk dan berpangku tangan. Untuk itu, tawaran berinvestasi dalam agrobisnis yang hanya menyebut "sukses" dan "untung" sudah selayaknya ditinggalkan.
"Semua orang yang tidak tahu agrobisnis selalu mengatakan agrobisnis adalah lahan yang menjanjikan. Sebaliknya orang yang sudah basah kuyup dengan agrobisnis sendiri tidak pernah banyak bicara dan tidak akan berkomentar agrobisnis sebagai sesuatu yang menjanjikan," kata Bob.
Kalau ada orang yang mengatakan agrobisnis menjanjikan adalah orang yang tidak tahu agrobisnis atau tidak pernah bersentuhan dengan agrobisnis itu sendiri. Biasanya orang yang ngomong seperti itu orang yang banyak berteori. Biasanya pakar semacam itu selalu mengatakan agrobisnis menjanjikan.
"Tetapi, kalau yang banyak praktik pasti tidak akan banyak berkomentar. Lebih banyak mengalami dari pada berbicara, orang yang berteori bicaranya lebih keras dari pada yang telah berbuat," kata Bob.
Hal itulah yang menyebabkan kegagalan usaha agrobisnis. Mereka tidak pernah terendam di lumpur agrobisnis namun lebih banyak di ruangan, di belakang meja, dan lebih banyak menggunakan kalkulator hingga agrobisnis memberi mimpi-mimpi indah.
"Inilah yang dilakukan sejumlah orang, bahkan termasuk orang- orang bank yang senang membuat proposal dan menawarkan investasi. Mereka inilah yang menawarkan mimpi sukses agrobisnis," kata Bob. Padahal, orang yang sukses dalam agrobisnis dipastikan akan mengalami kegagalan pada tahap-tahap awal.
Ciri mudah untuk mengetahui siapa yang bisa memenangkan di kegiatan usaha agrobisnis tersebut. Orang yang gagal dalam agrobisnis adalah orang yang pertama kali bermain dan langsung berhasil. Sebaliknya orang yang berhasil adalah orang yang justru berkali-kali gagal, tetapi tetap bertahan di bidang itu hingga berhasil. Dirinya berangkat dan menyiapkan diri untuk gagal. Pada awal mencoba terjun dalam bercocok tanam yang ditemui adalah kegagalan demi kegagalan.
"Orang yang berhasil pada tahap awal pasti akan gagal. Akibat keberhasilan itu lalu orang menduga pasti akan berhasil terus pada ronde berikutnya. Ini yang membuat orang terperosok," katanya.
Salah seorang pendiri Centre for Strategic Studies (CSIS) Jusuf Wanandi mengenang Bob Sadino sebagai seorang pionir dalam usaha makanan di Indonesia. "Bob meninggal sebagai pionir dalam bidang food dan ritel," kata Jusuf.
Menurut dia, sebagai pebisnis, Bob menggunakan konsep bisnis dalam arti luas, yaitu tidak memikirkan keuntungan saja. "Bob itu dalam berbisnis tidak hanya soal bisnis, tetapi juga bagaimana bisnisnya bisa berdampak bagi orang lain. Betapa dia tuh orang yang baik hati," kata Jusuf.
Mantan Presiden BJ Habibie juga terkesan dengan sosok Bob. Menurut dia, Bob adalah orang yang sederhana, pendiam, tetapi pekerja keras. “Jika memiliki cita-cita, ia mau berusaha untuk mencapainya,” ujar Habibie.
Kini, Om Bob telah  tiada. Tapi ilmunya yang telah disebarkan kepada banyak orang, diyakini bakal menjadi peninggalan paling berharga. Terutama bagi yang ingin mengikut jejaknya sebagai pelaku agribisnis sukses.

Selamat jalan Om Bob! (mul)

Selasa, 13 Januari 2015

OKRA, PROSPEK BISNISNYA OKE

BELUM banyak yang kenal tanaman Okra, apalagi menanamnya. Maka dari itu, di pasar komoditas ini masih sulit dijumpai, dan harganya pun mahal. Hanya di swalayan, jenis sayuran ini sering dijumpai.
Pejabat Badan Ketahanan Pangan Kota Medan, Ali Usman, mengakui tanaman ini masih jarang dibudidayakan petani di daerah ini. Dia menyebut, potensi bisnis tanaman ini cukup oke sehingga layak jadi pilihan untuk dibudidayakan.
“Saya kira peluang pasarnya masih sangat besar, karena masih jarang dibudidayakan. Banyak supermarket siap menampung komoditas ini,” kata Usman.
Samuel, praktisi hidroponik di Medan, mengaku ada membudidayakan tanaman ini, tapi jumlahnya masih sedikit sehingga dia pun tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar.
“Di Berastagi Supermarket, Okra dijual seharga Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per pak yang berisi sekitar lima buah. Kami memasoknya seharga Rp 5.000 hingga Rp 6.000,” katanya.
Okra atau dikenal juga dengan bendi adalah tumbuhan famili Malvaceae yang memiliki nama ilmiah Abelmoschus esculentus.  Merupakan tanaman berbunga hijau yang bentuknya mirip dengan cabai hijau berbulu halus dan kelilingnya berlekuk. Di dalamnya terdapat biji-biji kecil jika okra dipotong.
Di Jepang tanaman ini disebut okura dan biasa dijadikan makanan pelengkap, makanya hanya butuh beberapa okra saja untuk dipotong-potong dan dicocol dengan kecap, lalu dimakan bersama nasi hangat.
Di Indonesia, biasanya okra dimakan sebagai lalapan, sayur kari, sup, asem-asem, oseng-oseng, gado-gado, campuran mie goreng, campuran cap Jay maupun pie isi okra.
Tanaman ini awalnya berasal dari daerah Ethiopia. Tapi akhir-akhir ini, tanaman yang juga dikenal dengan sebutan lady finger ini telah banyak dikembangkan di Asia. Tanaman ini dapat dibudidayakan di seluruh daerah beriklim tropis dan temperatur hangat di seluruh dunia.
Dari literature diketahui okra bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa jenis vitamin dan protein terdapat di dalamnya. Okra mengandung vitamin, mineral, folat, dan anti-oksidan seperti beta karoten dan lutein. Okra juga rendah kalori sehingga dapat dijadikan menu dalam diet menurunkan berat badan.
Okra sangat bagus untuk jantung. Selain mengurangi kolesterol, juga membantu mengontrol tingkat tekanan darah.
Dari penelitian ilmiah menunjukkan bahwa serat-serat dalam okra membantu menstabilkan tingkat gula darah. Okra menjadi sarana pengontrol dalam penyerapan gula dari darah oleh hati. Okra sangat baik dikonsumsi dalam pencegahan diabetes.
Konten serat dalam okra mudah dicerna dan mempermudah pergerakan usus. Okra membantu penyerapan air berlebih dalam perut dan iritasi usus lainnya.
Okra juga kaya akan vitamin A dan vitamin C. Vitamin A sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah berbagai masalah pada kulit. Vitamin C meningkatkan kekebalan tubuh. Vitamin B juga hadir dalam tanaman okra.
Lalu manfaat okra lain adalah mencegah jerawat dan menjaga kulit tetap halus dan bercahaya.
Untuk budidayanya, tidak terlalu sulit. Okra tumbuh baik di dataran tinggi, 600 meter dpl ke atas, namun di dataran rendah juga dapat tmbuh dan berbuah, hanya saja umurnya lebih pendek dan produksinya lebih rendah.
Menanam Okra tidak sulit, tanah diolah, diberi pupuk kandang 40 kg per 100 m persegi dan ditambahkan kapur dolomite 20 kg per 100 m persegi agar PH yang diinginkan dapat sesuai. Pupuk kandang bisa diganti dengan NPK sebanyak 25-30 kg.
Okra ditanam melalui biji, langsung dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 5-6 biji setiap lubang dengan jarak tanam 60 x 120 cm. Setelah tumbuh diperjarang hingga tinggal 2-3 batang per lubang, tentunya ditinggalkan yang baik-baik saja.
Pada musim kemarau disiram sesuai kebutuhan tanaman, bisa tiap hari atau seminggu dua kali tergantung kondisi tanah dan tanaman. Pemupukan susulan diperlukan apabila kondisi tanaman memang memerlukannya, jadi tidak mutlak, yang penting penyiangan.
Biasanya umur 2 bulan buahnya sudah mulai bisa dipanen dan dilakukan bisa setiap 2 hari sekali, tergantung kondisi buah, karena kalau terlalu tua kualitasnya menjadi kurang bagus, sementara kalau terlalu muda buahnya masih kecil-kecil. #

HIDROPONIK DI MEDAN MASIH TERTINGGAL DARI JAWA

MEDAN - Perkembangan system pertanaman hidroponik di Kota Medan masih kalah dengan kota-kota besar lain di Indonesia, terutama kota-kota di Pulau Jawa.
“Di Jawa sedang booming, tapi kita di sini masih sangat sedikit yang melakukan ,” kata Kepala Bidang Distribusi dan Akses pada Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kota Medan, Ali Usman Zuhri, Selasa (13/1), di sela pelatihan teknik bertanam hidroponik di Gerai UMKM Sumut, Jalan Perpustakaan Medan.
Padahal, sambung Usman, ada ceruk bisnis yang sangat besar dari pertanaman hidroponik ini, terutama dari supermarket atau café-café yang menyediakan olahan sayur serta buah-buahan.
“Umumnya tanaman hidroponik berkualitas  lebih baik dari hasil pertanian konvensional. Harganya pasti lebih tinggi, dan kita bisa pasarkan dengan harga premium,”  imbuhnya.
BKP Medan melihat peluang bisnis ini, untuk disosialisasikan ke masyarakat. Terutama bagi pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat sendiri, melihat masih sangat sedikit asupan pangan berkualitas dari bahan sayuran dan buah-buahan bagi masyarakat Indonesia khususnya.
“Kita di Indonesia konsumsi sayur dan buah rata-rata baru 40 kg per orang per kapita. Padahal anjuran WHO 75 kg per orang per kapita. Masih ada selisih yang cukup banyak,” katanya.
Dengan pertanaman sistem hidroponik ini, menurut Usman, bisa dilakukan oleh masyarakat yang kepemilikan lahannya  terbatas. Sementara biaya yang harus dikeluarkan juga relatif murah. Karena khusus untuk medianya sendiri bisa memanfaatkan barang-barang bekas, seperti botol air mineral serta wadah-wadah lain.
“Sementara hasilnya bernilai jual tinggi,” katanya.
Maka dari itu BKP intens melakukan sosialisasi ke masyarakat, khususnya ke kalangan petani. Sosialisasi kemarin diikuti puluhan anggota Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Medan, menghadirkan pembicara Samuel Wu, praktisi hidroponik Kota Medan.
Samuel mengaku, sebagai pelaku usaha hidroponik ini, dia sudah mendapati kondisi pasar yang justru kekurangan pasokan tanaman hasil pertanaman hidroponik.
“Saya sendiri tidak mampu memenuhi tingginya permintaan pasar.  Jadi kalau lebih banyak lagi orang yang mau menjalankan usaha ini, saya senang, karena mungkin kita bisa melakukan interaksi pasar. Saya siap bantu membukakan pasar bagi produk hidroponik milik masyarakat,” kata Samuel.
Ketua KTNA Medan Purnama Dewi Daulay mengakui, dari banyaknya anggota KTNA, masih sangat sedikit yang melirik peluang usaha hidroponik ini. Jadi sekarang pihaknya coba memperkenalkan. #

Rabu, 07 Januari 2015

MENANAM TOMAT DI DATARAN RENDAH TERBUKTI BERHASIL

TOMAT merupakan salah satu jenis sayuran buah yang sangat pontensial dibudidayakan di Indonesia. Tomat termasuk satu dari 10 komoditas unggulan sayuran.
Menurut data Ditjen Hortikultura, Departemen Pertanian, luas panen tomat sekitar 50.000 hingga 53.000 hektar per tahun. Sedangkan produksinya berkisar 630.000 hingga 658.000 ton per tahun.
Sekitar 44% produksi nasional disumbang Provinsi Jawa Barat. Dan hampir 40% produksi tomat di Jawa Barat berasal dari Kabupaten Bandung, menyusul kemudian Garut dengan kontribusi hampir 30%. Di kedua kabupaten ini, sayuran buah tersebut banyak dibudidayakan di dataran tinggi, berama sejumlah jenis tanaman dataran tinggi lain.
Tergantung jenis atau varietasnya, tanaman ini dapat ditanam secara luas dari mulai dataran rendah sampai dataran tinggi. Tapi umumnya memang, tomat ditanam di dataran tinggi karena suhu udara mempengaruhi toleransi tanaman terhadap penyakit, di antaranya layu bakteri.
Tapi dengan adanya varietas yang cocok untuk dataran rendah, kini menanam tomat tidak harus di daerah pegunungan atau dataran tinggi.
Produsen benih tomat sudah menemukan varietas hibrida yang bisa diusahakan di dataran rendah, dan terbukti berhasil. Keunggulannya, kecuali dalam produktivitas, juga tahan cuaca panas dan toleran terhadap penyakit layu bakteri.
Dan dengan beredarnya varietas tersebut, petani dapat membudidayakan tomat sepanjang tahun, tanpa harus berkompetisi lagi dengan sayuran lain.
Sekarang ada beberapa varietas unggul yang cocok dibudidayakan di dataran rendah dan toleran terhadap penyakit layu bakteri. Misalnya varietas Permata, Lentana, Bravo, Pluto, Monica, Regina, dan lain-lain.
PT East West Seed Indonesia dan PT Tanindo Subur Prima, dua di antara beberapa produsen benih swasta yang mengeluaran produk untuk dataran rendah.
Di antaranya Servo F1, tomat varian baru yang mulai dikembangkan petani dataran rendah, produksi PT East West Seed Indonesia (Panah Merah)
. Selain memiliki kualitas buah yang lebih besar dibandingkan dengan varietas lain semisal Timoti F1, Servo F1 lebih tahan terhadap serangan hama.
Ramli, petani tomat di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, mengaku tomat varietas Servo F1 baru beberapa kali mereka tanam. Dan hasilnya sangat memuaskan dibandingkan dengan bibit tomat varian lain.
Dikatakan Ramli, dalam satu ranting tanaman buah tomat yag dihasilkan bisa mencapai berat 3 kg.
Ramli menanam tomat dengan parit bedengan untuk irigasi di sisi lahan. Di sebelahnya, dia menanam genjer.
Semula Ramli semula tak percaya bila menanam tomat Servo 1 ini bisa dipadukan dengan tanaman sayuran lain, seperti genjer. Tapi melihat hasilnya, dia yakin bahwa jenis tomat tersebut memang cocok ditanam di lahannya yang berada di dataran rendah serta ada tanaman lain di sekitarnya.
Sementara dari Tanindo, sebagai contoh varietas Donna F1 dan Bravo F1. Keduanya dipromosikan tahan pada cuaca panas dan toleran terhadap penyakit layu.
Khusus Donna, disebut-sebut tahan penyimpanan dan pengangkutan. Ia juga cukup genjah karena dalam umur 60 hari mulai dapat dipetik buahnya. #


Senin, 05 Januari 2015

KHASIAT JANTUNG PISANG HAMPIR SAMA DENGAN PISANGNYA

SISA bunga pisang yang tidak bisa menghasilkan buah dikenal sebagai jantung pisang. Berbeda dengan  buahnya yang berasa manis, jantung pisang tidak begitu enak, sehingga nilai ekonominya relatif rendah dan tidak diminati oleh masyarakat.
Tapi itu dulu, karena kini makin banyak orang yang menyadari jantung pisang memiliki nilai gizi, khasiat dan manfaat yang penting untuk kesehatan. Sehingga banyak orang yang memanfaatkan jantung pisang untuk diolah menjadi berbagai makanan.
Pernah mencicipi masakan yang menggunakan campuran atau bahan utama dari jantung pisang? Mungkin pernah, jantung pisang atau bunga pisang biasa diolah menjadi aneka sayuran, dendeng atau abon.
Dian, pengusaha abon di Marelan, Medan, membuat varian abon dengan bahan dasar dari jantung pisang. “Biasanya saya membuat abon dari daging ayam, sapi, atau ikan lele. Sekarang mencoba varian baru dari jantung pisang. Ternyata enak dan banyak yang suka,” kata Dian.
Tak heran, sekarang ini jarang ditemui jantung pisang yang ‘nganggur’ alias tidak dimanfaatkan, karena nilai jualnya di pasar pun lumayan. Harganya di pasar berkisar Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per buah tergantung besar kecilnyaKalaupun ada yang tidak memanfaatkannya, mungkin karena ketidaktahuan atau karena malas membawanya ke pasar.
“Biasanya jantung pisang dibuang begitu saja, kalaupun dimanfaatkan untuk pakan bebek,” kata Heri, seorang petani di Mabar Hilir, Deli Serdang.
Telah diteliti, jantung pisang berkhasiat hampir sama dengan pisangnya. Jantung pisang mengandung berbagai zat yang baik bagi kesehatan, seperti protein, mineral, kalsium, vitamin, dan kandungan serat cukup tinggi.
Berdasar hasil penelitian, setiap 25 gram jantung pisang mengandung 31 kkal kalori, 1,2 gram senyawa protein, 0,3 gram lemak dan 7,1 gram zat karbohidrat. Jantung pisang juga mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin C, dan mineral penting seperti fosfor, kalsium dan Fe (zat besi).
Dilihat dari kandungannya, jantung pisang sangat baik dikonsumsi orang yang sedang diet rendah lemak. Salah satu khasiat jantung pisang adalah memberi efek kenyang lebih lama dibandingkan dengan nasi dan makanan lain.
Orang yang sedang menjalani program diet cocok mengonsumsi jantung pisang. Selain memberi rasa kenyang lebih lama, jantung pisang mengandung fiber tinggi sehingga berkhasiat melancarkan pencernaan dan menyehatkan perut.
Tak hanya itu, bunga pisang mengandung saponin yang berfungsi menurunkan kolesterol dan meningkatkan kekebalan tubuh serta mencegah kanker. Jantung pisang mengandung flavonoid yang berfungsi antiradikal bebas, antikanker, dan antipenuaan. Selain itu juga mengandung yudium yang bisa mencegah penyakit gondok.
Bagi yang menderita diabetes, baik mengonsumsi jantung pisang karena indek glikemiknya rendah, memperlambat kemunculan gula darah (glukosa), sehingga insulin yang dibutuhkan untuk mengubah glukosa menjadi energi semakin sedikit.
Jelaslah, bahwa jantung pisang merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki kandungan nutrisi paling komplet, menyehatkan, dan menjadi salah satu alternatif obat.
Tapi ingat, tidak semua jenis jantung pisang baik untuk dikonsumsi, hanya jenis-jenis tertentu seperti pisang kepok, klutuk (batu), atau pisang siam yang tinggi kandungan proteinnya.
Untuk mengolahnya, cukup mengupas kelopak luar sampai tersisa bagian dalam yang berwarna putih kemerahan. Kemudian dicuci bersih, iris memanjang, dan yang terakhir rebus jantung pisang yang sudah bersih tadi, kemudian bisa dimasak sesuai selera. #

Minggu, 28 Desember 2014

TERRARIUM, TAMAN KECIL DI WADAH KACA

ANDA ingin punya taman yang indah, namun tidak punya lahan yang cukup bahkan tidak ada lahan sama sekali? Jangan risau, Anda dapat mewujudkannya di dalam ruangan rumah, bahkan
lengkap dengan landscape layaknya taman di ruang terbuka juga bisa.
Caranya, cukup dengan menyediakan sebuah wadah kaca, lalu Anda pun bisa bertanam di situ. Metode ini disebut dengan terrarium.
Terrarium adalah wadah transparan yang di dalamnya ditumbuhkan tanaman kecil  menggunakan media tertentu, dapat pula dihias dengan bebatuan serta aksesoris lain sehingga membentuk miniatur taman yang menarik.
Pertama kali terarium diperkenalkan di Inggris. Diawali dengan rumah kaca mini di Kerajaan Inggris dan kaum bangsawan, kemudian terarium menjadi terkenal di seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Wadah terrarium memang harus transparan, sehingga dipilihlah kaca. Tujuannya agar tanaman dapat menyerap cahaya yang diperlukan untuk proses fotosintesis, dan entunya juga agar mudah dilihat dari luar.
Kalau anggaran tidak cukup untuk membeli wadah yang mahal, seperti akuarium yang besar, cukup gunakan akuarium kecil, ataupun toples berbentuk bola. Bisa juga memanfaatkan botol besar, toples besar untuk manisan, gelas wine, dll.
Wadah terrarium bisa terbuka atau menggunakan penutup. Kelebihan terrarium terbuka antara lain, jenis tanaman yang digunakan lebih bervariasi, pengaruh pemanasan akibat dinding kaca dapat dikurangi, dan dapat ditempatkan di dekat jendela atau tempat-tempat terang yang terkena cahaya matahari langsung.
Kelemahan terrarium terbuka adalah membutuhkan penyiraman yang lebih sering, hal itu karena pada terrarium ini kehilangan air cukup besar karena tidak ada penutup yang menghalangi penguapan air baik dari tanaman karena respirasi maupun dari media (evaporasi).
Kelebihan terrarium tertutup adalah tidak membutuhkan penyiraman dalam waktu yang lama, hal itu karena kelembaban di dalam wadah relatif konstan disebabkan adanya siklus air yang berputar secara kontinyu. Siklus air ini berputar mulai dari air yang diberikan ke tanaman akan masuk ke media. Penguapan air lewat tanaman (respirasi) dan penguapan air lewat media (evaporasi) akan terhalang oleh tutup dan dinding wadah, sehingga air akan jatuh kembali ke media berupa titik-titik air  melalui dinding wadah.
Adanya siklus air ini menyebabkan kehilangan air sangat sedikit, sehingga kelembaban dalam wadah cukup tinggi. Untuk itu diperlukan kehati-hatian untuk memilih jenis tanaman yang sesuai.
Jenis tanaman yang digunakan untuk terrarium disesuaikan jenis dan ukuran wadah.  Tapi umumnya persyaratan tanaman adalah berkurann mini dan pertumbuhannya lambat, daun relatif kecil, warna menarik, rimbun, tidak cacat dan berpenyakit, corak indah, dan bertekstur.
Tanaman juga harus memiliki ketahanan terhadap kondisi yang lembab atau yang sangat kering, tahan terhadap kondisi kekurangan matahari. Karena itu tanaman yang berbunga kurang cocok karena memerlukan banyak cahaya.
Beberapa jenis tanaman yang dapat digunakan, anthurium crystallinum (kuping gajah), cryptanthus bivittatus, sanseviera, scindapsus aureus (sirih-sirihan), hedera helix (ivy), pakis, kaktus, syngonium, fittonia (mutiara), philodendron, serta peperomia.
Pembuatan terrarium terbuka lebih mudah dibandingkan yang tertutup, karena pada terrarium terbuka tangan dapat menjangkau media dan tanaman. Namun untuk membuat terrarium tertutup dengan mulut yang kecil diperlukan alat-alat kecil bertangkai panjang untuk menjangkau bagian dalam yag sulit dilakukan dengan tangan.
Alat yang diperlukan antara lain sendok bertangkai panjang, corong untuk memasukkan media, sumpit untuk memasukkan tanaman, sprayer, gunting, lap atau tissue, ember.
Lalu bahan yang diperlukan antara lain wadah, tanaman yang telah dibersihkan akarnya dari tanah, media terdiri dari arang, kompos steril, zeolit ukuran 3, 2 dan 1, serta aksesoris berupa batu dan kerikil.
Secara ringkas, tahapan membuat terrarium diawali dengan menutup permukaan dasar wadah dengan arang yang berbentuk kecil-kecil tapi tidak hancur. Lapisan kedua ditambahkan zeolit ukuran 4 hingga tertutup rata, lalu tambahkan bahan organik seperti cocopeat.
Tanam akar tanaman di dalam bahan organik. Atur bentuk dan susunannya agar terlihat indah. Tutupi perlahan dengan zeolit ukuran 2, agar tidak berantakan dapat menggunakan corong. Lalu lapisan teratas ditutupi dengan zeolit ukuran 1.
Langkah berikut menghias permukan atas dengan aksesoris seperti pasir pantai atau bebatuan. Setelah selesai, semprot terrarium dengan sprayer perlahan hingga air meresap hingga lapisan terbawah. Terakhir membersihkan permukaan kaca dengan kain.
Cukup mudah bukan? Anda dapat mendisain sendiri sesuai keinginan, bisa mengekspresikan akan kegemaran terhadap tanaman tertentu, atau bentuk landscape tertentu pula. #

Kamis, 18 Desember 2014

KINCUNG SI DEODORAN ALAMI

ANDA kenal dengan tanaman kincung?  Pasti kenal, dan mungkin sering menjumpai masakan yang menggunakan bagian tanaman ini untuk campurannya.
Di Tanah Karo, buah kincung muda disebut asam cekala. Kuncup bunga serta polongnya menjadi bagian pokok dari sayur asam Karo, juga menjadi peredam bau amis waktu memasak ikan.  Masakan Batak populer, arsik ikan mas, juga menggunakan asam cekala  sebagai bumbu yang sangat penting.
Juga aneka masakan lain, misalnya gulai daun ubi, tumis belut, dan sebagainya, semakin sedap jika campurannya kincung.
Kincung - di beberapa daerah lain juga disebut kecombrang, kantan, sambuang, siantan, atau honje, adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran.
Tanaman berbahasa latin Etlingera elatior ini bunganya berwarna kemerahan seperti jenis tanaman hias pisang-pisangan atau mirip sekali dengan tanaman lengkuas/laos. Jika batang sudah tua, bentuk tanamannya mirip jahe, dengan tinggi mencapai 5 m
Kincung selain sebagai bumbu masakan, juga punya manfaat lain bagi kesehatan. Bunga kincung dapat menghalau bau badan. Daun muda dan bunganya yang dapat dimasak sebagai sayur asam itu jika dimakan baunya merasuk ke seluruh badan sehingga beberapa hari setelah makan sayur itu, baunya masih tetap terasa.
Cara ini baik sekali untuk menutup bau keringat yang apek. Hal ini dikarenakan bunga kincung mengandung minyak atsiri, saponin, dan flavoinoida. Oleh karena itu, kincung masuk ke dalam kategori deodoran alami.
Selain bunganya, batang kincung juga mempunyai manfaat tersendiri. Batangnya dapat dimanfaatkan sebagai sabun dengan dua cara yaitu menggosokkan langsung batang semu ke tubuh dan wajah atau dengan mememarkan pelepah daun hingga keluar busa yang harum yang dapat langsung digunakan sebagai sabun.
Pelepah kincung yang menyatu menjadi batang semu pada zaman dahulu digunakan sebagai bahan anyam-anyaman. Setelah diolah  dengan cara pengeringan dan perendaman selama beberapa hari dan berkali-kali batang semu juga bisa digunakan untuk bahan dasar kertas yang baik. Selain itu daun dan buahnya yang berwarna kuning setelah ditumbuk biasanya digunakan sebagai racun untuk menangkap ikan.
Kincung pun mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid dan glikosida yang berperan sebagai antimikroba dan antioksidan. Antimikroba adalah bahan yang bisa mencegah pertumbuhan bakteri kapang dan khamir pada makanan. Vitamin C yang terkandung didalam honje juga bermanfaat sebagai antioksidan untuk mengurangi akumulasi radikal bebas, menetralisir racun dan melindungi penyakit genetik.
Sebagai obat-obatan, kincung bisa untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan kulit, termasuk campak. Dari rimpangnya bagi sebagian arang memanfaatkan untuk memperoleh warna kuning. Di Malaysia,  bunga kincung direbus dan air rebusannya dijadikan untuk obat sakit telinga.
Bagian daun juga mengandung senyawa polyfenol yang tinggi  yang bermanfaat untuk mengobati disentri.  Selain itu, juga kaya akan vitamin, mineral dan antioksidan. Bahkan kandungan antioksidan di daunnya jauh lebih tinggi dibandingkan di bunga dan rimpangnya. Daun kincung juga dapat digunakan sebagai pencuci luka. #


Jumat, 12 Desember 2014

CERMAT MENCEGAH KEMATIAN ANAK ITIK (DOD)

MEMELIHARA itik (bebek) gampang-gampang susah. Walau sepintas terlihat gampang, tapi kenyataannya banyak orang gagal dalam pelaksanaannya.
Terutama dalam melewati fase awal (DOD), di mana anak itik beumur satu hari sampai dua minggu perlu perlakuan khusus, sehingga terhindar dari kematian. Jika kita tidak cermat, mata kematian DOD terkadang bisa
10 sampai 20%.
Anak itik yang baru menetas mampu bertahan tidak makan dan minum dalam jangka waktu 1 sampai 2 hari karena masih punya cadangan makanan dalam tubuh. Hari-hari setelah itulah, kita harus memperhatikan detail soal makanan dan minumannya, serta sejumlah faktor lain yang mempengaruhi daya tahan sehingga DOD tersebut bisa terus hidup.
Penyebab utama kematian DOD adalah faktor kedinginan. Kedinginan bisa dikarenakan cuaca, atau karena terkena air misalnya dari air minum sendiri.
Kebiasaan DOD adalah saling berkumpul dan bertumpuk-tumpuk. Ini dilakukan sebenarnya untuk menghangatkan diri, namun fatalnya justru bisa menyebabkan kematian.
Karena kedinginan anak itik akan banyak kehilangan energi yang seharusnya untuk pertumbuhan, namun malah digunakan untuk melawan suhu dingin. Saat mengalami kedinginan pula  anak itik atau bahkan itik remaja sering mengalami kelumpuhan.
Untuk mengatasi faktor kedinginan ini, perlu diperhatikan beberapa hal.
Yang pertama jika kedinginan karena kondisi udara, maka pada awal masa kedatangan anak itik (DOD) harus ditempatkan di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara, bisa juga dibuatkan seperti box anak kecil /baru lahir, diberi penghangat ruangan dari lampu/kompor/atau gas LPG.
Box bisa dibuat dari kayu, kawat ram, bagian samping kiri kanan atas diberi tirai dari terpal plastik. Lampu penghangat diatur sedemikin rupa sehingga suhu ruangan di minggu I pada kisaran 30 sampai 32 derajat Celcius dan di minggu II turun pada kisaran 26 sampai 28 derajat Celcius.
Penghangat/pemanas diatur pada minggu I 24 jam (siang malam full), dan pada minggu II 12 jam (malam hari saja).
Sebagai catatan, jika suhu pada minggu I terlalu tinggi bisa menyebabkan anak itik banyak minum (kurang makan) sehingga agak menceret /wetdrop (kotoran basah).
Lalu jika kedinginan karena anak itik mandi/main-main air minum.
Itik adalah unggas air, maka secara alamiah DOD pun punya naluri yang sangat tajam terhadap keberadaan air.
Air minum sangat penting bagi anak itu tetapi juga sangat berbahaya jika penggunaannya salah. Air minum sering dipakai sebagai mainan atau mandi oleh anak itik, dan akibatnya anak itik basah kuyup, lalu edinginan dan berusaha mengeringkan/menghangatkan diri dengan bertumpuk-tumpuk hingga pada akhirnya mati.
Solusi yang harus dilakukan adalah menempatakan air minum di wadah yang beralas batu bata, sehingga hanya kepala anak itik yang bisa menjangkau air minum tersebut.
Sementara lantai kandang yang becek karena disebakan air minum yang tumpah atau berceceran, bisa diatasi dengan membuat system postal, di mana pada lantai ditaburi sekam padi setebal 3 cm. Di atas sekam diberi kertas bekas sak semen (lebih kuat dan menyerap daripada kertas koran).
Pemberian alas kertas bekas sak semen dilakukan pada umur sampai 1 minggu, setelah itu anak itik bisa langsung ditempatkan di atas lantai sekam padi.
Kertas semen begitu kelihatan basah, harus diganti yang baru. Biasanya pergantian dilakukan setiap pagi hari dan sore hari, atau sesuai kebutuhan.

Hal hal seperti itu memang kelihatannya sepele, tetapi menjadi faktor penentu keberhasilan pemeliharaan itik. Apabila pada minggu pertama berhasil, maka pada minggu-munggu selanjutnya pemeliharaan akan lebih mudah. #

Jumat, 05 Desember 2014

BUAH MAJA, KONON BISA MENGEMBALIKAN KEPERAWANAN


PADA Pasar Tani yang kemarin digelar Dinas Pertanian Sumatera Utara, ada satu jenis buah yang dipamerkan di stand Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Padang Sidimpuan, yakni buah maja.
Namanya cukup familiar, maja, potongan nama Majapahit – kerajaan besar di masa lalu. Ceritanya, nama Majapahit berasal dari kata maja dan pahit, yaitu buah maja yang berasa pahit. Selain itu Sumpah Palapa yang diucapkan Patih Gajahmada juga menyebutkan bahwa dia tidak akan memakan buah maja sebelum berhasil menyatukan Nusantara.
Tak ayal, buah yang dipamerkan di stand pameran kemarin cukup menarik perhatian. Menurut penjaga stand tersebut, buah maja sudah dikembangkan di Padang Sidimpuan, dari benih yang didapat di Jawa Barat.
Buah dengan nama latin Aegle marmelos berbentuk bulat besar hampir sama dengan jeruk bali, di luar negeri juga dikenal dengan nama wood apple, atau beel fruit.
Sesuai dengan cerita Majapahit, buah maja memang berasa pahit. Jadi, jangan coba memakannya begitu saja.
Walaupun pahit, buah maja punya banyak manfaat khususnya di bidang pertanian dan kesehatan.
Dari sejumlah literatur, sejumlah manfaat buah maja bagi bidang pertanian antara lain sebagai pestisida organik, atau pupuk organik (kompos).
Pada tanaman padi, aplikasinya buah maja dicacah dan disebar di area yang sedang diolah. Cincangan buah maja ini dapat mengusir hama perusak akar padi seperti belalang, kumbang, kepik ataupun ulat.
Sebagai pestisida semprot, cara pembuatannya yakni buah maja yang sudah matang dicincang atau diremas sampai halus, setelah itu dimasukkan ke dalam air bersih dengan perbandingan 1 liter per satu buah maja lalu diaduk-aduk sampai benar-benar tercampur rata. Kemudian fermentasi dalam ember tertutup rapat selama 12 jam .
Setelah 12 jam pestisida siap dipergunakan, tapi jangan lupa disaring terlebih dahulu agar mudah dalam penyemrotan. Bisa juga ditambah dengan deterjen secukupnya agar khasiat pestisida maja bisa lebih jreng!
Itu kegunaan untuk pertanian. Lalu untuk kesehatan, banyak pula manfaatnya.
Antara lain untuk mengatasi deman disertai jantung berdebar-debar, dengan cukup dengan mengambil kulit akar pohon buah maja sebanyak 4 gr kemudian drebus dalam air 100 ml lalu minum sehari sekali.
Mengatasi penyakit mencret, ambil 4 gr buah dan direbus dalam 110 ml air lalu minum sehari sekali.
Anda yang punya masalah dengan biang keringat, ambil daun maja kering secukupnya, kunyit, beras,  semua bahan dicampur dan dibiarkan sampai kering lalu ditumbuk halus sampai menyerupai bedak tabur.
Selain itu manfaat lain sebagai antibiotik, bisa juga untuk obat penawar gigitan ular, dan sebagainya.
Konon, ramuan paling ampuh dari buah maja adalah untuk mengembalikan keperawanan wanita. Ramuan tradisional itu bisa dibuat mengombinasikan buah maja dengan sebutir telur ayam kampung, kayu cendana, minyak wijen, dan kunyit.
Langkah pertama, haluskan kayu cendana, buah maja ditambah kunyit. Setelah benar-benar halus, tambah minyak wijen dan telur ayam kampung. Minum ramuan sehari sekali selama kurang lebih seminggu. #

Kamis, 04 Desember 2014

10 KESALAHAN DALAM MEMELIHARA BEBEK PEDAGING

POTENSI bebek atau itik bukan hanya pada telurnya. Saat ini, permintaan terhadap daging bebek juga sangat besar, seiring makin berkembangnya usaha kuliner daging bebek - mengikuti trend konsumsi masyarakat yang makin menggemari daging unggas ini.
Kondisi ini tentu jadi peluang bagi peternak bebek, permintaan akan bebek untuk dipotong juga ikut terangkat. Tak heran, saat ini makin banyak peternak bebek yang beralhih dari fokus pada produksi telur menjadi produksi daging, atau kombinasi keduanya.
Terlebih, bagi sebagian peternak, dengan mengusahakan bebek pedaging akan lebih mudah dan murah, karena tak harus pusing untuk mengurusi secara intensif ternak bebek tersebut supaya mau rutin bertelur. Karena pastinya, bebek yang ‘cuti’ bertelur dua tiga hari saja sudah menyebabkan kerugian bagi peternak, karena toh pakannya tak mungkin dihentikan.
Tapi, meskipun beternak bebek pedaging lebih mudah, tetap harus dipahami teknis yang benar, sehingga peternak bisa mencapai target waktu pemeliharaan sehingga tak ‘tekor’ mengeluarkan biaya untuk pakan dalam jumlah yang lebih besar.
Banyak juga peternak bebek pedaging, terutama yang masih pemula, lalai dalam memperlakukan peliharaannya, sehingga bukan untung yang didapat tapi malah bunting.
Berikut ini, kami ulas 10 kesalahan yang sering dilakukan oleh peternak bebek pedaging. Semoga bermanfaat bagi yang tengah mengembangkan usaha ini atau yang baru ingin mencoba.
1.   Sistem Angon
Bebek Pedaging mempunyai kecenderungan tidak terlalu banyak gerak karena semakin banyak bergerak maka proses pembakaran tubuh semakin tinggi, yang menyebabkan proses pembentukan daging menjadi terhambat. Sehingga tidak tepat apabila bebek pedaging diberi aktivitas terlalu banyak.
2. Kolam Air/Kubangan
Sifat bebek pada dasarnya menyukai air. Tetapi pada penanganan bebek pedaging dengan memberi kolam atau kubangan sama dengan memberi aktivitas yang terlalu tinggi pada bebek. Selain itu kolam/kubangan berpotensi mengandung kuman/kotoran, di mana bebek pedaging sangat rentan terhadap penyakit.
3.    Paparan Sinar Matahari
Perbandingan area kandang yang ternaungi atap dan terpapar sinar matahari adalah 70 banding 30. Artinya luas ideal kandang bebek yang terpapar langsung sinar matahari adalah 30% dari luas kandang sedangkan yang ternaungi 70%. Hal ini dikarenakan bebek pedaging mempunyai kandungan lemak yang lebih tinggi dibanding bebek petelur, sehingga apabila paparan sinar matahari terlalu banyak akan menyebabkan tingkat penguapan tubuh bebek akan lebih tinggi.
Tetapi bukan berarti tidak sama sekali diberikan sinar matahri akan lebih baik, karena sinar matahari pagi juga dibutuhkan sebagai pembunuh kuman dan vitamin bagi makhluk hidup.
4.   Pakan Berlebihan
Beberapa peternak beranggapan bahwa pemberian pakan yang bersambung akan lebih efektif. Pada kenyataan di lapangan, hal itu tidak sepenuhnya benar, karena pada beberapa peternak yang sukses, justru pemberian pakan yang terjadwal akan lebih efisien. Hal ini selain lebih irit, juga pemberian pakan yang berlebihan akan menyebabkan tingkat metabolisme tubuh akan rendah dan tingkat penyerapan sari makanan berkurang.
5.   Jarang Divaksin
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan/pendidikan peternak bebek lebih rendah dibanding peternak ayam. Hal ini berkaitan dengan pemberian vaksin pada bibit sangat jarang dilakukan pada peternak bebek pemula. Padahal vaksin sangat diperlukan untuk mencegah penyakit dan mengurangi kematian di usia menjelang panen.
6.  Tidak Diberi Penghangat
Prinsip pola kandang yang membedakan antara bebek petelur dan padaging di antaranya adalah sistem penghangat. Fakta di lapangan menunjukkan sangat jarang peternak bebek pedaging menggunakan sistem penghangat di malam hari. Artinya, pada sistem ternak bebek pedaging akan lebih baik apabila pada bibit usia muda (0-20 hari) diberi penghangat berupa tungku pemanas. Hal ini disebabkan proses pertumbuhan bebek ditentukan pada usia yang masih muda.
Apabila bebek usia muda selalu diberi penghangat pada saat malam hari akan membuat tingkat stress bebek diminimalisir sehingga proses pertumbuhan akan menjadi normal dan optimal.
7.   Mengabaikan Kebersihan Lantai
Lantai pada pola kandang bebek akan lebih maksimal apabila pada setiap kali masa panen selalu diganti dengan yang baru. Artinya pada tiap awal musim, lantai diberi lapisan yang dapat menyerap kotoran (bubuk gergaji kayu, pasir, damen, dll) dan setiap kali panen lapisan atas dibuang. Hal ini untuk mengurangi tingkat penguapan kotoran yang mengandung gas amoniak, di mana gas amoniak sangat merugikan pada kesehatan udara pada ternak.
Pada beberapa peternak penanganan tersebut hanya dengan memberi lapisan baru tanpa membuang lapisan yang bawah.
8.   Air Minum Berlebih
Pemberian air minum pada beberapa peternak pemula kurang memperhatikan kebersihan air. Pemberian air minum yang tepat pada bebek adalah dengan menempatkan tempat air minum di luar kandang, sehingga bebek hanya minum dengan menjulurkan kepala ke tempat air. Tetapi apabila menempatkan tempar minum di dalam kadang akan mudah menjadi becek karena diinjak-injak. Dan apabila air becek tersebut terminum oleh bebek akan beresiko bebek terkena cacingan (tidak sehat) karena air yang terminum bercampur dengan kotoran. Pada akhirnya akan mengurangi kualitas pada saat panen.
9.   Tanpa Sistem Sortir
Sistem beternak bebek yang ideal adalah dengan sistem bertingkat, artinya apabila kapasitas kandang mencapai 1000 ekor maka kandang dibuat berpetak setiap 200-250 setiap 10 hari. Sistem sotir di sini artinya adalah bahwa setiap 7 hari sekali bebek yang tingkat pertumbuhannya lambat dipisahkan atau digabung dengan bebek usia yang lebih muda, begitu juga sebaliknya bebek yang pertumbuhannya sangat besar digabungkan dengan bebek yang usianya lebih tua. Ini untuk menghindari dominasi bebek besar terhadap bebek yang lebih kecil pada saat makan. Hal ini jarang diperhatikan pada beberapa peternak yang tidak mau melakukan sortir.
10.   Individual
Pada sistem jaringan bisnis, peternak bebek jauh tertinggal oleh peternak ayam. Pada sistem peternakan ayam akan lebih mudah untuk mencapai kesuksesan karena sistem bisnis mereka sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir. Sedangkan pada peternak bebek yang sudah mencapai tingkatan itu sangat kecil, bahkan di beberapa daerah tidak ada konsep terintegrasi sama sekali.
Sebagai contoh; peternak bebek hanya menjalin beli putus (tidak ada kerja sama) baik dengan penyuplai bibit (DOD) maupun dengan suplier. Akibatnya, peternak bebek selalu dihantui oleh kepastian suplai DOD dan oleh proses pemasaran pada saat panen, akibatnya bebek akan dijual (walaupun di bawah usia ideal 40 hari) apabila sudah melebihi nilai modal.  Padalah, apabila dimaksimalkan sampai usia yang ideal 40 hari bebek akan mempunyai nilai yang lebih tinggi. #


Rabu, 03 Desember 2014

SAWI LIMAN LEBIH TAHAN LAMA

SAWI, jenis sayuran tersebut pasti sudah sangat dikenal. Sawi hijau, sawi putih, sawi pahit, di antara jenis-jenis sawi yang sering dikonsumsi. Tapi kalau sawi liman?
Bagi yang masih asing dengan namanya, ini sekilas penjelasannya.
Sawi liman (Lactuca canadensis L. var. Canadensis)  adalah jenis sayur fungsional (berkhasiat), yang tengah dikembangkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di sejumlah daerah di Indonesia, merupakan hasil eksplorasi dari sayuran lokal.
Sayur jenis ini memang bukan asli Indonesia, melainkan tanaman ‘pendatang’ dari Benua Amerika. Meski belum diketahui secara pasti kapan masuknya ke Indonesia, namun diyakini sudah cukup lama dikenal sebagian masyarakat.
Sawi liman sering juga disebut sawi gerigi, sesuai sebutannya varietas ini memang memiliki bentuk daun yang bergerigi di pinggirannya.
Jika pada umumnya jenis sayur daun hijau cepat layu dan membusuk kurang dari seminggu – sehingga sering menjadi masalah bagi ibu-ibu rumah tangga - tidak berlaku bagi sawi liman.
Sawi liman mampu bertahan selama seminggu walau hanya dibungkus dengan koran lembab. Melihat ketahanannya,  sangat cocok untuk mahasiswa atau masyarakat yang biasa menyimpan bahan makanan dalam waktu lama.
Untuk rasa, juga tidak jauh berbeda dengan jenis sawi lain, tergantung pengolahannya.  Tapi untuk konsumsi, disarankan sawi yang masih muda, sebab apabila daun yang sudah tua akan terasa sedikit pahit.
Dan satu khasiat lagi, sawi liman mempunyai efek penenang.

Anda ingin menanam sawi jenis ini? Belum diketahui memang pemasaran benih atau bibitnya, namun boleh juga coba mendatangi kantor BPTP di daerah Anda, siapa tahu mendapatkannya. #

Jumat, 28 November 2014

TOMAT CHERRY BAGI YANG DIET


BANYAK orang melakukan berbagai cara untuk program diet. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang sehat namun tetap bisa membangkitkan selera makan.
Ada berbagai jenis makanan atau sumber bahan makanan yang bisa dikonsumsi untyuk mendukung program diet. Misalnya salad buah, salad sayuran menggunakan bayam bernutrisi tinggi atau selada, dan dihiasi dengan tomat cherry dan kacang. Lalu roti gandum, susu rendah lemak atau kacang almond.
Satu yang disebutkan tadi adalah tomat cherry.
Ya, tomat cherry merupakan salah satu varietas buah tomat yang bentuknya lebih kecil daripada tomat pada umumnya. Jenis ini mulai dikenal sejak tahun 1800 an dan diperkirakan berasal dari negara Peru dan Chili bagian utara.
Ukurannya cukup bervariasi mulai dari sekecil buah cherry sampai dengan sebesar bola golf. Bentuknya juga terkadang ada yang bulat sempurna dan ada pula yang bentuknya lonjong. Khusus yang lonjong biasanya orang-orang menyebutnya tomat anggur.
Ketika masih muda, buahnya berwarna hijau muda dan ketika tua warnanya bisa beraneka ragam mulai dari kuning, jingga, sampai merah tua. Untuk yang matang berwarna kuning disebut "Golden Tomat Cherry" sedangkan untuk yang berwarna merah disebut "Red Tomat Cherry".
Tomat ini menjadi cukup populer setelah kemunculannya di Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an. Di Amerika Serikat, jenis tomat ini sangat banyak digunakan untuk campuran salad atau bahkan dikonsumsi secara langsung karena rasanya yang manis segar. Jenis yang paling poluler di Amerika Serikat adalah Sweet 100.
Meskipun bentuknya yang kecil, tomat cherry memiliki nilai gizi yang tidak kalah dengan tamanan tomat pada umumnya.
Tomat cherry memiliki semua kandungan tomat seperti rendah sodium , sangat rendah lemak jenuh dan kolesterol. Tomat ini merupakan sumber yang baik untuk Vitamin A, Vitamin B6, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, Thiamin, Niacin, Folat, Magnesium, Kalium, Mangan, Fosfor dan Tembaga, dan juga sumber serat.
Manfaat tomat umumnya juga sebagai antioksidan, pengontrol diabetes, melawan karsinogen yang antara lain ditimbulkan dari efek merokok, melawan kanker lambung dan usus besar, menyehatkan mata, mencerahkan kulit, dan mencegah batu ginjal.

Jadi, tomat cherry walau kecil tapi banyak manfaatnya. Saatnya anda sekarang menanam sendiri tomat ceri dan rutin mengonsumsinya. #

Minggu, 23 November 2014

JENGKOL UNTUK OBAT KANKER GANAS

SEBAGIAN orang memang tidak suka dengan bahan makanan yang memiliki bau yang sangat khas ini. Tapi jangan kaget jika belakangan ini jengkol menjadi salah satu pangan yang sangat popular di masyarakat.
Bukan saja baunya yang menyengat dan harganya yang selangit hingga menyamai daging. Tapi, jengkol yang bernama latin Archidendron pauciflorum ini juga menjadi bahan pangan ajaib untuk menyembuhkan penyakit.
Seperti yang diungkapkan Institute of Health Sciences, 819 Sweden Riset Biosains. L.L.C. Cause Street, ternyata Jengkol merupakan buah ajaib untuk membunuh sel kanker dan 10.000 kali lebih kuat dari Kemoterapi. Berdasarkan penelitian pula, jengkol bisa menjadi obat mujarab yang terbukti melawan semua jenis kanker.
Sumber informasi menarik ini berasal dari salah satu produsen obat terbesar di dunia yang mengatakan bahwa, setelah lebih dari 20 tes laboratorium yang dilakukan sejak tahun 1970, terungkap bahwa: Jengkol bisa menghancurkan sel-sel ganas di 12 kanker, termasuk kolon, payudara, prostat, paru-paru danp pankreas.
Senyawa buah ini menunjukkan 10.000 kali lebih baik dari produk adriamycin, obat kemoterapi, biasanya digunakan di dunia, memperlambat pertumbuhan sel kanker. Yang lebih mencengangkan lagi : jenis terapi dengan ekstrak Jengkol hanya menghancurkan sel-sel kanker ganas dan tidak mempengaruhi sel-sel sehat.
Selain itu, jengkol juga dianggap sebagai spektrum anti mikroba terhadap infeksi bakteri dan jamur yang dikeluarkan dari baunya yang khas. Mengkonsumsi jengkol juga sangat efektif terhadap parasit internal dan cacing. Hebatnya lagi, jengkol juga dapat mengatur tekanan darah yang terlalu tinggi dan berguna sebagai anti depresan, memerangi stres dan gugup.
Jengkol bisa dikonsumsi dengan cara memakannya langsung sebagai lalapan, di jus, minuman siap saji, sorbets, kue, dan emping jengkol. Nah, Anda mau bebas dari penyakit kanker, kenapa nggak makan jengkol saja? #

MENGHIAS PAGAR DENGAN TANAMAN

PAGAR  rumah setidaknya mempunyai beberapa fungsi. Yang pertama adalah sebagi pembtas dengan lingkunagan luar. Kedua adalah untuk keamanan. Dan ketiga adalah sebagai elemen penting penghias rumah.
Seiring dengan makin meluasnya konsep kembali ke alam, pada bangunan rumah sering ditafsirkan sebagai banyak menanam tanaman hijau. Namun jika luas lahan terbatas, mengapa tidak manfaatkan pagar sebagai sarana penghijauan sekaligus mempercantik rumah anda?
Salah satu cara adalah dengan menanam berbagai tanaman hias untuk dirambatkan pada pagar rumah. Pagar rumah tidak lagi terlihat kaku, namun menjadi cantik dan lebih hidup.
Beberapa tanaman yang bisa digunakan, antara lain yang pertama adalah Sirih Merah.  Sirih merah merupakan tanaman rambat. Selain daunnya yang cantik, sirih merah juga dikenal sebagai obat herbal. Tanaman ini akan tampil cantik jika ditempelkan pada dinding atau dirambatkan pada pagar.
Lalu tanaman Mandavilla. Tanaman ini sangat cepat tumbuh dan membutuhkan media vertikal untuk pertumbuhannya. Untuk merambatkannya, sebaiknya dilakukan saat tanaman ini masih kecil. Caranya dengan dibelitkan berulang-ulang ke atas. Saat semakin besar, mandavilla akan membelit dengan sendirinya tanpa bantuan.  Jika berbunga, mandavilla akan memberikan warna tersendiri di pagar anda.
Tanaman lain adalah Morning Glory, merupakan tanaman hias yang merambat dan sangat indah. Bunganya akan mekar di setiap pagi dan akan menutup saat sore hari. Jadi setiap pagi, pagar rumah anda akan dipenuhi dengan bunga yang bermekaran.
Satu lagi adalah Flame of Irian. Tanaman ini memang berasal dari Irian. Tumbuh merambat dan berbunga sepanjang tahun. Bunga flame of irian mempunyai bentuk seperti kuku yang melengkung dalam tandan. Tanaman hias ini tumbuh dari daerah panas hingga sejuk di pegunungan.

Selasa, 18 November 2014

SIMAK INI DULU SEBELUM BELAH DUREN

INFO menarik bagi Anda durian mania khususnya yang di Kota Medan dan sekitarnya. Pada tanggal 6 – 7 Desember 2014 di Lapangan Merdeka Medan bakal diadakan Festival Durian Antar Bangsa. Ya, ajang internasional di mana kita bisa mengikuti berbagai kegiatan yang terkait dengan buah durian.
Acara yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan Sumatera Women Foundation dan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia ini bakal heboh. Simak kemasan acaranya; Makan durian sepuasnya, durian exibithion, durian ‘begincu’ corner’ dan lain-lain. Pokoknya kita bisa ‘belah duren’ bareng di sana nanti.
Pesertanya pun dari berbagai negara, selain sejumlah negara ASEAN ada juga Amerika Serikat dan Jepang. Kita tunggu saja acaranya.
Dan sekarang, sebelum kita ‘belah duren’ bareng di acara tersebut, ada baiknya kita membelah sekilas soal durian, jenis-jenis durian yang enak serta tip memilih buah durian yang enak.
Buah yang satu ini memiliki rasa yang menantang. Aroma yang tajam serta rasa manis yang tak biasa, sehingga membuat durian jadi istimewa. Disebut raja dari segala buah (King of Fruit).
Mungkin tak ada yang tak kenal buah dengan kulit berduri ini, walau tak semua doyan terutama mungkin karena araomanya yang begitu menyengat. Buah durian ditemukan hampir di merata dunia khususnya daerah tropis seperti Asia Tenggara, jenis durian pun diperkirakan
mencapai ratusan jenis.
Di Indonesia sendiri, banyak jenis durian dengan masing-masing keistimewaan. Tak kalah dengan jenis durian monthong yang berasal dari Thailand.
Ambil satu contoh durian petruk. Konon rasanya melebihi jenis durian lain. Durian jenis ini menjadi buah kebanggan Indonesia, lahir di wilayah Jepara.
Durian petruk memiliki ciri-ciri fisik yang khas. Buahnya cenderung bulat seperti telur yang terbalik dengan bagian ujung yang terlihat runcing, kulit buahnya lebih tipis sekitar 3 milimeter, kemudian warna kulit buahnya hijau kekuningan. Adapun daging buah si durian petruk berwarna kuning dengan serat yang lebih halus dan tekstur yang lembek.
Dalam satu buah, jumlah biji per pogge sekitar 5 sampai 10 biji. Biji durian petruk cenderung kecil dan terlihat lonjong. Buah yang satu ini banyak dibudidayakan dan tiap pohon bisa menghasilkan 50
sampai 150 buah per panen. Per buah durian ini bisa mencapai bobot 1 sampai 1,5 kg.
Selain durian petruk, banyak jenis lagi durian matahari asal Bogor dengan buah kering dan tebal dan berwarna kuning cerah. Tekstur daging buahnya lembut dan rasanya manis, lalu durian ajimah juga dari Bogor dengan daging buahtebal, berwarna kuning muda, kering, dan teksturnya
berserat. Rasa durian ajimah ini manis-agak pahit dan bijinya kecil.
Ada lagi durian sukarno asal Bengkulu dengan daging buahtebal, biji kecil, warna buah putih kekuningan serta rasa manis. Konon paling disukai Bung Karno.
Ada juga durian unik seperti tanpa sekat dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Disebut begitu karena memag tidak ada sekat yang memisahkan buahnya, jadi  isi durian lebih banyak 10 persen daripada durian lain. Yang unik lainnya durian tanpa duri alias duren botak asal Lombok, bisa
ditebak kan bentuknya.
Banyak lagi jenis durian, seperti durian sunan, durian chanee, durian mengigit serta durian tembaga
Anda sudah sedikit mengenal jenis durian. Kini hal penting lain yang perlu diketahui adalah tips memilih buah durian yang enak.
Memilih buah yang enak sangat penting, apalagi saat kita membeli tak boleh membuka kulitnya. Anda harus benar-benar jeli dalam memilih buah durian, karena aroma saja belum tentu menggambarkan isinya.
Agar Anda tidak kecewa setelah membeli durian, coba simak tip berikut ini:
Yang pertama pilihlah durian yang bentuknya bulat, ini menandakan daging buahnya besar dan banyak. Durian lonjong atau tidak bulat biasanya hanya memliki daging buah sedikit.
Pilih pula durian berjuring (kamar-kamar) lima. Idealnya memang memiliki lima juring karena daging buah biasanya lebih banyak ketimbang durian yang memiliki 6 juring atau lebih. Jangan pula
memilih durian yang sudah terbuka kulitnya.perhatikan bagian bawah durian sudah terbuka atau belum. Bila sudah terbuka atau menganga,berarti durian sudah masuk angin dan rasanya hambar.
Pilihlah durian yang wangi, bau wangi menandakan durian telah matang. Tapi jangan terkecoh bau wangi yang bukan dari dalam buah, pedagang kadang mencipratkan sisa air kobokan durian ke permukaan kulitnya supaya durian itu wangi.
Saat membeli, pukul pukul durian dengan gagang pisau untuk mengetahui matang atau tidaknya. Jika terdengar suara “bluk-bluk” bergema, itu tandanya durian sudah matang, tapi bila terdengar bunyi “plek-plek”itu tandanya durian belum matang
Durian dengan tangkai pendek atau lebar patut dipilih. Bentuk tangkai bisa menggambarkan tipis atau tebalnya daging buah. Jika kecil dan panjang biasanya dagingnya kecil dan sedikit, tangkai yang besar dan pendek menandakan daging buahnya banyak.
Pilih pula buah yang durinya jarang dan pendek-pendek, ini tanda daging buahnya kering. Pilih buah yang ringan, biasanya lebih banyak dagingnya. Dan jika mungkin pilih durian jatuhan karena biasanya sudah matang sempurna.
Demikian sedikit infonya. Sampai jumpa di Lapangan Merdeka Medan tanggal 6-7 Desember 2014. #