Kamis, 18 Desember 2014

KINCUNG SI DEODORAN ALAMI

ANDA kenal dengan tanaman kincung?  Pasti kenal, dan mungkin sering menjumpai masakan yang menggunakan bagian tanaman ini untuk campurannya.
Di Tanah Karo, buah kincung muda disebut asam cekala. Kuncup bunga serta polongnya menjadi bagian pokok dari sayur asam Karo, juga menjadi peredam bau amis waktu memasak ikan.  Masakan Batak populer, arsik ikan mas, juga menggunakan asam cekala  sebagai bumbu yang sangat penting.
Juga aneka masakan lain, misalnya gulai daun ubi, tumis belut, dan sebagainya, semakin sedap jika campurannya kincung.
Kincung - di beberapa daerah lain juga disebut kecombrang, kantan, sambuang, siantan, atau honje, adalah sejenis tumbuhan rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran.
Tanaman berbahasa latin Etlingera elatior ini bunganya berwarna kemerahan seperti jenis tanaman hias pisang-pisangan atau mirip sekali dengan tanaman lengkuas/laos. Jika batang sudah tua, bentuk tanamannya mirip jahe, dengan tinggi mencapai 5 m
Kincung selain sebagai bumbu masakan, juga punya manfaat lain bagi kesehatan. Bunga kincung dapat menghalau bau badan. Daun muda dan bunganya yang dapat dimasak sebagai sayur asam itu jika dimakan baunya merasuk ke seluruh badan sehingga beberapa hari setelah makan sayur itu, baunya masih tetap terasa.
Cara ini baik sekali untuk menutup bau keringat yang apek. Hal ini dikarenakan bunga kincung mengandung minyak atsiri, saponin, dan flavoinoida. Oleh karena itu, kincung masuk ke dalam kategori deodoran alami.
Selain bunganya, batang kincung juga mempunyai manfaat tersendiri. Batangnya dapat dimanfaatkan sebagai sabun dengan dua cara yaitu menggosokkan langsung batang semu ke tubuh dan wajah atau dengan mememarkan pelepah daun hingga keluar busa yang harum yang dapat langsung digunakan sebagai sabun.
Pelepah kincung yang menyatu menjadi batang semu pada zaman dahulu digunakan sebagai bahan anyam-anyaman. Setelah diolah  dengan cara pengeringan dan perendaman selama beberapa hari dan berkali-kali batang semu juga bisa digunakan untuk bahan dasar kertas yang baik. Selain itu daun dan buahnya yang berwarna kuning setelah ditumbuk biasanya digunakan sebagai racun untuk menangkap ikan.
Kincung pun mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid dan glikosida yang berperan sebagai antimikroba dan antioksidan. Antimikroba adalah bahan yang bisa mencegah pertumbuhan bakteri kapang dan khamir pada makanan. Vitamin C yang terkandung didalam honje juga bermanfaat sebagai antioksidan untuk mengurangi akumulasi radikal bebas, menetralisir racun dan melindungi penyakit genetik.
Sebagai obat-obatan, kincung bisa untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan kulit, termasuk campak. Dari rimpangnya bagi sebagian arang memanfaatkan untuk memperoleh warna kuning. Di Malaysia,  bunga kincung direbus dan air rebusannya dijadikan untuk obat sakit telinga.
Bagian daun juga mengandung senyawa polyfenol yang tinggi  yang bermanfaat untuk mengobati disentri.  Selain itu, juga kaya akan vitamin, mineral dan antioksidan. Bahkan kandungan antioksidan di daunnya jauh lebih tinggi dibandingkan di bunga dan rimpangnya. Daun kincung juga dapat digunakan sebagai pencuci luka. #


2 komentar:

  1. artikelnya keren..
    jgn lpa mmpir ke imajininasiku bersama Toyota Rush ya :)
    https://deviens29.wordpress.com/2014/11/20/bertualang-bersama-mobil-toyota-rush/

    BalasHapus
  2. Adanya dimana?
    Apakah di jawa barat? Bogor? Minta alamat doomg

    BalasHapus